Politeknik Gorontalo Menyelenggarakan Seminar Nasional SEMANTECH dan Call for Paper

Ketua YPSDM Gorontalo Dr. H. Weni Liputo, MM, Direktur Politeknik Gorontalo Dr. Trifandi Lasalewo, ST.,MT, dan Moderator Seminar Nasional Dr. Ir. Syaiful Umela, MM saat memberikan Penghargaan kepada Narasumber pada Seminar Nasional SEMANTECH Politeknik Gorontalo, Kamis, ( 07/11/2019)

Dalam rangka Dies Natalis ke-11 Politeknik Gorontalo (POLIGON) menggelar Seminar Nasional dengan tema Peranan Teknologi dalam Pembangunan Bangsa, Kamis (7/11/2019), di Gedung Aula Politeknik Gorontalo.

Dalam sambutannya ketua Yayasan Pengembangan Sumber Daya Manusia (YPSDM) Gorontalo Dr. H. Weni Liputo, MM sangat mengapresiasi pelaksanaan seminar nasional tahun 2019, kegiatan ini merupakan seminar nasional pertama yang di adakan oleh Politeknik Gorontalo, harapan beliau Semoga kegiatan ini bisa menjadi even tahunan Politeknik Gorontalo.

Senada dengan hal tersebut Direktur Politeknik Gorontalo Dr. Trifandi Lasalewo, ST.,MT menambahkan, seminar ini diadakan guna melahirkan rekomendasi di bidang sains dan teknologi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Seminar Nasioanal menghadirkan tiga pembicara kunci, pertama, Prof. Dr. Abdul Rahmat, M.Pd. dari Sekretaris Ahli & Dosen Republik Indonesia (ADRI) Provinsi Gorontalo yang memaparkan tentang Orientasi Karir Akademik Dosen Era Revolusi Industri 4.0. Kedua, Dr. Syarifuddin, ST., MH dari Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Gorontalo yang memaparkan tentang Perlunya Perlindungan Hak Cipta dan Paten Bagi Politeknik Gorontalo Untuk Pertumbuhan Ekonomi. Ketiga, Ronal Hutagalung dari Universitas Negeri Gorontalo yang memaparkan tentang Mindset Pemenang Menghadapi Tantangan Masa Depan.

Pemaparan salah satu pemakalah pada Seminar SEMANTECH dan Call Of Paper Politeknik Gorontalo, Kamis (7/11/2019)

Sementara itu, dalam acara tersebut juga dilaksanakan Call for Paper. Terdapat 62 makalah penelitian dalam seminar kali ini yang terbagi dalam 5 bidang ilmu yaitu Teknik Informatika dan Sistem Informasi, Teknik Mesin dan Peralatan Pertanian, Teknik industri, Pangan dan Pertanian, Sosial Sains dan Humaniora dengan 120 peserta yang terdiri dari para peneliti, praktisi, akademisi, pemerhati dan mahasiswa.