Meningkatnya Kinerja Lembaga Penelitian Poligon Dari Binaan (Selama 11 Tahun Terakhir) Menjadi Madya

Politeknik Gorontalo

Politeknik Gorontalo semakin menunjukkan eksistensinya dengan peningkatan kinerja tridharma Perguruan Tingginya. Setelah kinerja Lembaga Penelitian Politeknik Gorontalo mengalami peningkatan hingga naik satu klaster lebih tinggi yaitu klaster Madya oleh Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kemenristekdikti pada awal bulan November ini.

Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dengan nomor B/5678/E1.2/H.M.00.03/2019 tanggal 13 November 2019 tentang Klaster atau pengelompokkan Perguruan Tinggi berbasis penelitian periode tahun 2016 – 2018, Politeknik Gorontalo dinyatakan masuk dalam klaster Madya. Dengan masuk pada klaster Madya Politeknik Gorontalo berhasil memperbaiki peringkat sebelumnya yang masuk pada klaster Binaan selama 11 tahun terakhir.

Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Gorontalo Yunita Djamalu, ST.,MT saat ditemui diruangannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh sivitas akademika Politeknik Gorontalo yang mampu bersama-sama bekerja meningkatkan kinerja penelitiannya. Yunita Djamalu mengungkapkan bahwa penilaian kinerja penelitian meliputi beberapa komponen yang dievaluasi seperti sumberdaya penelitian (30%), manajemen penelitian (15%), luaran/output (50%), dan revenue generating (5%). Dengan naiknya Politeknik Gorontalo dalam klaster Madya, maka perguruan tinggi yang masuk pada klaster tersebut dapat mengelola anggaran penelitian maksimal sebesar 7,5 Milyar/tahun, kedepan Politeknik Gorontalo akan terus meningkatkan kinerja penelitiannya hingga harapannya dapat masuk klaster Utama dan Mandiri.

Pada kesempatan yang sama Direktur Politeknik Gorontalo Dr. Trifandi Lasalewo ST, MT mengucapkan syukur dan bangga atas kinerja teman-teman Dosen Politeknik Gorontalo, terutama lembaga penelitiannya, sehingga hasil penilaian kinerja bisa naik levelnya, dari binaan menjadi Madya. Kedepan, masih ada 2 langkah lagi, yakni menjadi utama, dan mandiri. Ini hanya bisa diwujudkan melalui konsistensi dan kerja cerdas dari semua unsur civitas akademika, agar harapan ini bisa tercapai. Beliau juga menambahkan dengan hasil penilaian kinerja ini, akan membuka kesempatan kepada teman-teman dosen untuk bisa mengakses skim penelitian yang lebih luas.

Penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi untuk periode tahun 2016-2018 dilakukan berdasarkan data yang sudah dikumpulkan oleh masing-masing perguruan tinggi di Sistem Informasi Manajemen Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Simlitabmas). Penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi berdampak kepada kuota anggaran penelitian, pengelolaan dana desentralisasi sesuai dengan rencana induk penelitian masing-masing perguruan tinggi, peta kebutuhan program penguatan kapasitas per klaster, dan mekanisme pengelolaan penelitian.

Saat ini Politeknik Gorontalo memiliki 2 Jurnal nasional terkreditasi yaitu Jurnal Technopreneur (Technology & Entrepreneur) dan Jurnal Teknologi Informasi Indonesia (JTII) yang merupakan jurnal ilmiah tentang hasil-hasil penelitian dan pengetahuan sistematis tentang rekayasa dan teknologi, dalam bidang teknologi pertanian dan teknik mesin, Teknik Informatika dan  Teknologi Hasil Pertanian.