Akademik

KEPUTUSAN DIREKTUR POLITEKNIK GORONTALO

TENTANG

A.    PERATURAN AKADEMIK POLITEKNIK GORONTALO

Menimbang :   a.   Bahwa untuk menunjang proses belajar mengajar di Politeknik Gorontalo diperlukan suatu Peraturan Akademik yang dijadikan sebagai pedoman penyelenggaraan Pendidikan di Politeknik Gorontalo.

                        b. Bahwa Peraturan Pendidikan Politeknik yang ditetapkan Direktur Politeknik Gorontalo pada tanggal 27 Juli 2010 dirasa tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi yang berkembang di  Politeknik Gorontalo.

                        c. Mencabut Peraturan Pendidikan Politeknik Gorontalo  yang ditetapkan Direktur tanggal 27 Juli 2010.

  • Bahwa untuk maksud huruf a, b dan c diatas, dipandang perlu menetapkan suatu Peraturan Akademik Politeknik Gorontalo melalui Keputusan Direktur Politeknik Gorontalo.

Mengingat :  1.  Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

  • Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.
  • Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia :
    • Nomor 0429/O/1992 tentang Statuta Politeknik Gorontalo.
    • Nomor 056/U/1994 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Belajar Mahasiswa.
    • Nomor 0196/0/1995 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Gorontalo.
    • Nomor 045/U/2000 tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi
    • Nomor 232/U/2002 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.
  • Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Depdikbud Nomor 48/DJ/KEP/1983 tentang Beban Tugas Mengajar pada Perguruan Tinggi Negeri.

Memperhatikan : Keputusan Rapat Senat Politeknik Gorontalo tanggal ………………….

M E M U T U S K A N :

Menetapkan      : Keputusan Direktur Politeknik Gorontalo Tentang Peraturan Akademik Politeknik Gorontalo.

Ditetapkan Di : Gorontalo Pada Tanggal : Direktur,       Dr. Ir. Rusthamrin H. Akuba, MS 19590825 198503 1 003  

 

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN                                                                            

Pasal 1   Tujuan                                                                          1

Pasal 2   Ruang Lingkup                                                           1

Pasal 3   Definisi dan Pengertian                                              1

PERATURAN AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN

Pasal 4   Program Pendidikan                                                    3

Pasal 5   Kapasitas Pendidikan                                                  3

Pasal 6   Tatacara Penerimaan Mahasiswa Baru                        3

Pasal 7   Pendaftaran Ulang                                                       4

PELAKSANAAN PERKULIAHAN

Pasal 8   Kalander Akademik                                                     5

Pasal 9   Jadwal Kuliah dan Istirahat                                         5

Pasal 10 Biaya Kuliah                                                                5

Pasal 11 Pembayaran Biaya Kuliah dan Sanksi                         6

Pasal 12 Beasiswa                                                                      6

EVALUASI PRESTASI AKADEMIK

Pasal 13 Penilaian Hasil Belajar                                                7

Pasal 14 Nilai Mata Kuliah                                                        7

Pasal 15 Konversi Nilai Angka ke Nilai Mutu                          8

Pasal 16 Penilaian Prestasi Akademik                                       9

Pasal 17 Status Kelulusan Semester                                          9

Pasal 18 Kenaikan Semester                                                      10

Pasal 19 Pemberhentian Sementara

              dari Kegiatan Akademik                                              10

Pasal 20 Pemberhentian dari Kegiatan Akademik                    11

KELULUSAN MAHASISWA

Pasal 21   Yudisium                                                                   12

Pasal 22   Ijazah                                                                         13

Pasal 23   Transkrip Akademik                                                  13

SARANA DAN PRASARANA

Pasal 24   Fasilitas Belajar Mengajar                                         14

Pasal 25   Perpustakaan                                                              14

Pasal 26   Papan Pengumuman                                                  14

KEMAHASISWAAN

Pasal 27   Kelas dan Organisasi Kelas                                       15

Pasal 28   Kegiatan Ekstrakurikuler                                           15

PERATURAN DISIPLIN

Pasal 29   Kedisiplinan                                                               16

Pasal 30   Peringatan Tingkat I                                                  16

Pasal 31   Peringatan Tingkat II                                                17

Pasal 32   Ketidakhadiran Yang Diijinkan                                 18

Pasal 33   Ketidakhadiran Yang Tidak Diijinkan                      18

Pasal 34   Pertanggungjawaban Atas Barang

                 Milik Politeknik                                                         18

Pasal 35   Penggantian Atas Kerusakan                                     19

Pasal 36   Kompensasi dan Sanksi                                             19

Pasal 37   Pemberhentian dari Kegiatan Akademik                  19

PENUTUP

Pasal 38   Penutup                                                                      20

LAMPIRAN

            Gambar Acuan Distribusi Normal     

BAGIAN KESATU

pendahuluan

Pasal 1

Tujuan

  • Menetapkan hak dan kewajiban peserta didik dalam mengikuti kegiatan akademik di Politeknik Gorontalo.
  • Menjamin tercapainya tujuan pendidikan Politeknik dengan berpedoman pada peraturan dan perundangan yang berlaku serta kaidah, moral dan etika profesional.

Pasal 2

Ruang Lingkup

Peraturan Akademik berlaku bagi seluruh mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta didik di Politeknik Gorontalo.

Pasal 3

Definisi dan Pengertian

Dalam Peraturan Akademik ini yang dimaksud dengan:

  • Peraturan Akademik adalah peraturan akademik dan disiplin bagi mahasiswa Politeknik Gorontalo.
  • Politeknik adalah Politeknik Gorontalo.
  • Jurusan adalah unsur pelaksana akademik yang menyelenggarakan satu atau lebih program studi yang memiliki sub-disiplin ilmu yang sama.  Nama dan jenis Jurusan ditetapkan melalui Statuta Politeknik.
  • Program studi adalah unsur pelaksana kesatuan rencana belajar sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan atas dasar suatu kurikulum agar mahasiswa dapat menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan sasaran kurikulum.
  • Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman kegiatan belajar-mengajar.
  • Direktur adalah pimpinan penyelenggara pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, pembina tenaga kependidikan, mahasiswa dan tenaga administratif serta tenaga pendidik di lingkungan Politeknik.
  • Ketua Jurusan adalah pimpinan penyelenggara pendidikan di tingkat jurusan.
  • Ketua Program Studi adalah pimpinan penyelenggara pendidikan di tingkat program studi.
  • Dosen Wali adalah pengajar yang ditunjuk sebagai pembimbing satu kelas mahasiswa.
  • Tenaga Pendidik adalah dosen dan instruktur yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar di Politeknik.
  • Tenaga Administratif adalah tenaga yang membantu di bidang administrasi dalam penyelenggaraan pendidikan di Politeknik.
  • Mahasiswa adalah peserta didik yang teregistrasi dengan status aktif dan non aktif pada salah satu Program Studi di Politeknik pada setiap semester.
  • Kampus adalah lingkungan dan fasilitas fisik yang digunakan untuk pelaksanaan proses belajar mengajar di Politeknik.
  • Yudisium adalah status kelulusan pada akhir masa pendidikan.
  • Sebutan adalah gelar yang diberikan kepada lulusan pendidikan tinggi vokasi.
  • SLTA adalah sekolah lanjutan tingkat atas (SMA, SMK, MA, dan yang sederajat).
  • Bolos adalah ketidakhadiran tanpa keterangan dari sesi aktivitas perkuliahan
  • Kompensasi adalah penggantian waktu ketidakhadiran yang diizinkan.
  • Sanksi adalah bentuk pertanggungjawaban ketidakhadiran yang tidak diizinkan.

BAGIAN KEDUA

PERATURAN AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN

  •  

PROGRAM PEndidikan

Pasal 4

Program Pendidikan

  • Beban studi program pendidikan pada jenjang Diploma-3 dilaksanakan sekurang-kurangnya 110 sks yang dijadwalkan selama 3 tahun (6 semester).
  • Penyelenggaraan Program Studi/jurusan ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur yang diterbitkan pada setiap awal tahun akademik baru.
  • Lulusan program pendidikan Diploma-3 akan mendapatkan ijazah Diploma-3 Politeknik dengan sebutan profesional Ahli Madya, disingkat AMd.

Pasal 5

Kapasitas Pendidikan

  • Kapasitas pendidikan untuk setiap program studi disesuaikan terhadap kebutuhan kerja, minat masyarakat dan industri.
  • Kapasitas penerimaan mahasiswa baru untuk setiap program studi ditetapkan dengan keputusan Direktur.

Pasal 6

Tatacara Penerimaan Mahasiswa Baru

  • Calon mahasiswa Politeknik diharuskan memenuhi syarat sebagai berikut:
  • Berkelakuan baik, berjiwa dan berbadan sehat.
  • Telah lulus SLTA dan sederajat.
  • Memiliki Ijazah SLTA 5 tahun terakhir dan berusia tidak lebih dari 24 tahun pada saat perkuliahan dimulai.
  • Persyaratan calon mahasiswa program pendidikan khusus ditentukan kemudian melalui keputusan Direktur.
  • Para calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan seperti tercantum pada ayat 1 diatas harus mengikuti seleksi ujian masuk yang diselenggarakan oleh Politeknik.
  • Seleksi ujian masuk program pendidikan terdiri dari 2 jalur :
  • Jalur Reguler, melalui tes potensi akademik yang dilakukan secara tertulis dengan materi uji Matematika, Bahasa Inggris, dan Sains untuk Program Studi bidang Rekayasa atau Ilmu Sosial untuk Program Studi bidang Tata Niaga.
  • Jalur Prestasi, melalui :
  • Program kerjasama dengan SLTA terpilih.
  • Program seleksi ujian nasional
  • Keputusan penerimaan mahasiswa baru berdasarkan pada hasil ujian masuk tersebut di atas merupakan wewenang Politeknik dan tidak dapat diganggu gugat.

Pasal 7

Pendaftaran Ulang

  • Mahasiswa baru wajib mendaftar ulang pada Bagian Administrasi Akademik dengan menyerahkan berkas-berkas:
  • Ijazah Asli SLTA dan salinannya,
  • Daftar Nilai Ujian Akhir Nasional dan salinannya,
  • Bukti pembayaran biaya kuliah, dan
  • Berkas lain yang diumumkan melalui pemberitahuan resmi.
  • Persetujuan Hukum harus dilakukan oleh mahasiswa baru dengan cara menandatangani Surat Perjanjian bermaterai dalam form yang disediakan serta diketahui oleh orang tua/wali yang bersangkutan, yang menyatakan:
  • Akan mengikuti program pendidikan untuk waktu selama masa pendidikan.
  • Akan bertanggungjawab atas segala sikap, perbuatan, dan tingkah laku selama masa pendidikan.
  • Akan mematuhi segala peraturan yang berlaku di Politeknik.
  • Akan menerima hasil keputusan pimpinan Politeknik atas pelanggaran yang dilakukan sesuai dengan yang tercantum pada buku Peraturan akademik.


  •  

PELAKSANAAN PERKULIAHAN

Pasal 8

Kalender Akademik

Pasal 9

Jadwal Kuliah dan Istirahat

  • Waktu belajar dan istirahat dalam satu minggu program kuliah disusun sesuai dengan jadwal sebagai berikut :
Senin s/d Kamis
Waktu Kegiatan
08.00 – 08.50 Jam Kuliah ke-1
08.50 – 09.40 Jam Kuliah ke-2
09.40 – 10.00 Break
10.00 – 10.50 Jam Kuliah ke-3
10.50 – 11.40 Jam Kuliah ke-4
11.40 – 12.30 Istrahat
12.30 – 13.30 Jam Kuliah ke-5
13.30 – 14.20 Jam Kuliah ke-6
14.20 – 15.10 Jam Kuliah ke-7
15.10 – 16.00 Jam Kuliah ke-8
Jumat
08.00 – 08.50 Jam Kuliah ke-1
08.50 – 09.40 Jam Kuliah ke-2
09.40 – 10.00 Break
10.00 – 10.50 Jam Kuliah ke-3
10.50 – 11.40 Jam Kuliah ke-4
11.40 – 13.30 Sholat Jumat
13.30 – 14.20 Jam Kuliah ke-5
14.20 – 15.10 Jam Kuliah ke-6
15.10 – 16.00 Jam Kuliah ke-7
16.00 – 16.50 Jam Kuliah ke-8

Ekstrakurikuler wajib diikuti oleh setiap mahasiswa.

  • Jadwal kuliah dapat diubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

Pasal 10

Biaya Kuliah

  • Setiap mahasiswa diwajibkan membayar Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) pada setiap awal semester.
  • Premi asuransi kecelakaan termasuk komponen Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP)
  • Besar biaya kuliah ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Berdsarkan Keputusan Senat
  • Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan tidak termasuk biaya untuk kegiatan-kegiatan tertentu, seperti Wisuda, Karya Wisata, dan lain-lain.
  • Biaya kegiatan seperti yang tercantum pada ayat (3) dibayarkan sebelum kegiatan dilaksanakan.
  • Biaya yang dikeluarkan untuk penulisan dan pembuatan Tugas Akhir menjadi beban dan tanggung jawab mahasiswa.

Pasal 11

Pembayaran Biaya Kuliah dan Sanksi

  • Biaya Perlengkapan Kerja dan SPP sebagaimana ketentuan yang berlaku harus sudah dibayarkan sebelum semester baru dimulai.
  • Biaya Kuliah yang sudah dibayarkan tidak dapat dikembalikan lagi dengan alasan apapun.
  • Penundaan pembayaran biaya kuliah dapat diajukan melalui permohonan tertulis yang ditandatangani oleh orang tua/ wali mahasiswa dan ditujukan kepada Direktur sebelum perkuliahan semester baru dimulai.
  • Direktur akan  menetapkan batas waktu pembayaran untuk setiap surat permohonan penundaan pembayaran biaya kuliah.
  • Ketidak hadiran yang disebabkan oleh sanksi keterlambatan pembayaran biaya kuliah tetap diperhitungkan sebagai sanksi akademik.

Pasal 12

Beasiswa

  • Bagi mahasiswa yang memenuhi syarat sebagai calon penerima dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh beasiswa.
  • Beasiswa dapat diberikan oleh lembaga, instansi atau perseorangan selama tidak bertentangan dengan peraturan Politeknik.
  • Syarat calon penerima seperti tercantum pada ayat (2) diatas ditetapkan oleh lembaga, instansi atau perseorangan pemberi beasiswa.
  • Pengaturan mahasiswa penerima beasiswa dilakukan oleh Politeknik.        
  •  

EVALUASI PRESTASI AKADEMIK

Pasal 13

Penilaian Hasil Belajar

  • Evaluasi kemajuan prestasi mahasiswa dilakukan secara berkala baik pada pelajaran praktik maupun teori.
  • Penilaian prestasi mahasiswa pada program praktik dapat dilakukan berdasarkan hasil kerja, sikap kerja dan/atau laporan kerja yang mencakup bagian mata kuliah praktik pada minggu program yang bersangkutan.
  • Nilai program praktik diberikan pada akhir setiap minggu oleh penyedia program pada minggu program yang bersangkutan.
  • Penilaian prestasi mahasiswa pada program teori dapat dilakukan berdasarkan hasil tugas, quiz dan/atau ujian untuk masing-masing mata kuliah yang mencakup bagian mata kuliah teori pada semester yang bersangkutan.
  • Presentase penilaian mata kuliah teori prestasi mahasiswa diatur sebagai berikut :
Kegiatan Persentase
Tugas 10% – 20%
Quis 10% – 20%
UTS 25% – 35%
UAS 35% – 45%
  • Pada setiap semester sekurang-kurangnya dilakukan  2 kali ujian untuk setiap mata kuliah teori yang dapat diselenggarakan pada tengah dan akhir semester.
  • Pada setiap akhir semester akan disampaikan hasil prestasi dan tingkah laku mahasiswa dalam bentuk Laporan Semester. Laporan Semester akan diserahkan kepada mahasiswa dan salinan akan disampaikan kepada orangtua/wali yang bersangkutan.
  • Penilaian mata kuliah Tugas Akhir ditetapkan melalui Pedoman Pelaksanaan Tugas Akhir .

Pasal 14

Nilai Mata Kuliah

  • Nilai setiap mata kuliah dinyatakan dengan Huruf Mutu A, B, C, D dan E dengan Sebutan Mutu dan Angka Mutu sebagai berikut :
Huruf Mutu (HM) Sebutan Mutu (SM) Angka Mutu (AM)
A Sangat baik 4
B Baik 3
C Cukup 2
D Kurang 1
E Gagal 0
  • Pada dasarnya nilai akhir diberikan kepada mahasiswa atas pencapaian prestasi tiap mata kuliah sebagai berikut :
  • Nilai A diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan apabila mahasiswa tersebut dinilai menguasai sepenuhnya materi yang diberikan, serta mempunyai kemampuan dan kemauan untuk menambah dan mengembangkan pengetahuannya di kemudian hari.
  • Nilai B diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan apabila mahasiswa tersebut dinilai menguasai sebagian besar materi tersebut, mempunyai kemampuan dan kemauan untuk menambah dan mengembangkan pengetahuannya di kemudian hari.
  • Nilai C diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan apabila mahasiswa tersebut dinilai hanya memenuhi persyaratan penguasaan minimal, serta masih mempunyai kemampuan dan kemauan untuk memperbaiki kekurangannya dikemudian hari.
  • Nilai D diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan apabila mahasiswa tersebut dinilai kurang memenuhi persyaratan penguasaan minimal, tetapi masih mempunyai kemampuan dan kemauan untuk memperbaiki kekurangannya di kemudian hari.
  • Nilai E diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan apabila mahasiswa tersebut dinilai gagal, karena penguasaannya terhadap mata kuliah tersebut berada di bawah penguasaan minimal.
  • Huruf Mutu T dengan Sebutan Mutu Tunda dapat diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan, apabila dalam kondisi khusus mahasiswa belum menyelesaikan seluruh persyaratan untuk mendapatkan nilai.

Pasal 15

Konversi Nilai Angka ke Nilai Mutu

  • Nilai Angka adalah nilai kuantitatif yang diberikan oleh pengajar untuk tiap mata kuliah pada setiap akhir semester.
  • Nilai Angka ditulis dengan skala 1,0 sampai dengan 10,0.
  • Konversi Nilai Angka ke Nilai Mutu dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu dari beberapa sebagai berikut:
  1.  Acuan Mutlak
Nilai Angka ( NA ) Nilai Mutu ( NM )
NA ³ 8,5 A
7,0 £ NA < 8,5 B
5,5 £ NA < 7,0 C
4,0 £ NA < 5,5 D
NA < 4,0 E
  •  Acuan Distribusi Normal
Nilai Angka ( NA ) Nilai Mutu ( NM )
NA ³ (NR+1,5.SB) A
NR £ NA < (NR+1,5.SB) B
(NR-1,5.SB) £ NA < NR C
4,0 £ NA < (NR-1,5.SB) D
NA < 4,0 E

Keterangan:

NR  = Rata-rata nilai mahasiswa untuk setiap mata kuliah yang diasuh.

SB   = Simpangan baku nilai mahasiswa untuk setiap mata kuliah yang diasuh.

  • Acuan lain yang ditetapkan oleh pengajar dengan tetap mengacu pada kaidah akademik yang berlaku.

Pasal 16

Penilaian Prestasi Akademik

  • Penilaian prestasi akademik dilakukan pada setiap akhir semester berdasarkan hasil evaluasi akademik seluruh mata kuliah yang ditempuh pada semester tersebut.
  • Penilaian prestasi akademik pada akhir semester dinyatakan dengan nilai Indeks Prestasi (IP) yang terdiri dari Indeks Prestasi Semester (IPS), Indeks Prestasi Mata kuliah Praktek (IPP) dan Indeks Prestasi Mata Kuliah Teori (IPT)
  • IPS merupakan gabungan dari IPP dan IPT.
  • Hasil perhitungan Indeks Prestasi Semester dihitung sampai dua desimal.
  • Perhitungan Indeks Prestasi Semester sebagai berikut:

          Keterangan :

IPS    = Indeks Prestasi Semester

IPP    = Indeks Prestasi Praktik

IPT    = Indeks Prestasi Teori

KPi     = Bobot kredit tiap mata kuliah praktik

KTi    = Bobot kredit tiap mata kuliah teori

AMPi = Angka Mutu tiap mata kuliah praktik

AMTi = Angka Mutu tiap mata kuliah teori

Pasal 17

Status Kelulusan Semester

  • Status Kelulusan diberikan kepada mahasiswa pada tiap akhir semester berdasarkan hasil evaluasi prestasi akademik dan disiplin.
  • Terdapat 3 jenis status kelulusan pada tiap akhir semester, yaitu:
  • Status Lulus
  • Status Percobaan
  • Status Tidak Lulus
  • Pemberian status kelulusan atas hasil evaluasi prestasi akademik ditetapkan berdasarkan kriteria sebagai berikut:
  Status Kelulusan     Kriteria  
Lulus IPP ³ 2,00 dan IPT ³ 2,00 dan Jumlah sks nilai D £ 4 dan Tidak memiliki nilai E
Percobaan IPP ³ 2,00 dan IPT ³ 2,00 dan Jumlah sks nilai D > 4 dan Tidak memiliki nilai E atau 1,75 £ IPP dan/atau IPT < 2,00 dan Jumlah sks nilai D £ 8 dan Tidak memiliki nilai E
Tidak Lulus IPP dan/atau IPT < 1,75 atau Jumlah sks nilai D > 8 atau Mendapat status kelulusan Percobaan kedua atau Memiliki nilai E

Pasal 18

Kenaikan Semester

Secara umum untuk seluruh program pendidikan berlaku ketentuan sebagai berikut:

  1. Mahasiswa yang mendapatkan status kelulusan Lulus pada akhir semester berhak mengikuti pendidikan pada semester berikutnya dengan melakukan registrasi ulang.
  2. Mahasiswa yang mendapatkan status kelulusan Percobaan pada akhir semester berhak mengikuti pendidikan pada semester berikutnya. Pada akhir semester (berturut – turut) dimana mahasiswa mendapat status kelulusan Percobaan kedua, maka status kelulusannya menjadi Tidak Lulus.
  3. Mahasiswa yang mendapatkan status Tidak Lulus dapat mengulang semester, bersama dengan mahasiswa angkatan berikutnya pada semester yang sama pada tahun berikutnya.
  4. Pengulangan semester tersebut hanya diberikan satu kali selama masa pendidikan atau maksimum empat tahun masa pendidikan.


Pasal 19

Pemberhentian Sementara dari Kegiatan Akademik

  • Pemberhentian sementara dari kegiatan akademik dapat diberikan kepada mahasiswa yang disebabkan oleh:
  • Sakit yang tidak memungkinkan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan pada semester berjalan yang disertai dengan bukti keterangan dari dokter/ rumah sakit yang sah.
  • Keharusan yang berkaitan dengan kepentingan negara atau terjadinya keadaan kahar.
  • Mahasiswa yang diberhentikan sementara dari kegiatan akademik diberikan kesempatan untuk mengulang seluruh mata kuliah pada semester yang sama pada tahun ajaran berikutnya.
  • Pengajuan permohonan untuk mengikuti pendidikan kembali harus diajukan secara tertulis pada pimpinan Politeknik selambat-lambatnya satu bulan sebelum perkuliahan semester baru dimulai.

Pasal 20

Pemberhentian dari Kegiatan Akademik

  • Pemberhentian dari kegiatan akademik dapat diberikan kepada mahasiswa yang disebabkan oleh:
  • Mendapatkan dua kali status kelulusan tidak lulus
  • Melebihi maksimum masa pendidikan yaitu empat tahun.
  • Status Diberhentikan dari kegiatan Akademik dapat diberikan pada mahasiswa yang melanggar Peraturan Tata Tertib dan Disiplin.  Jenis dan sanksi atas pelanggaran diatur dalam pasal tersendiri.
  •  

KELULUSAN MAHASISWA

Pasal 21

Yudisium

  • Yudisium terbagi atas status Cum Laude, Sangat Memuaskan, dan Memuaskan.
  • Yudisium Diploma Politeknik ditentukan oleh unsur-unsur Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan Nilai Kelakuan Kumulatif  (NKK).
  • Pada program pendidikan Diploma-3 Indeks Prestasi Kumulatif dihitung dengan menggunakan rumus:

Keterangan :

IPK     : Indeks Prestasi Kumulatif

IPSi     : Indeks Prestasi Semester 1 s.d. 6

  • Nilai Kelakuan Kumulatif (NKK) dihitung berdasarkan rumus

Keterangan :

NKK   : Nilai Kelakuan Kumulatif

NKi      : Nilai Kelakuan semester pertama s.d. semester keenam

  • Nilai Kelakuan (NK) dihitung berdasarkan jumlah Peringatan Tingkat I dan/atau Peringatan Tingkat II yang diterima oleh mahasiswa pada tiap semester, dimana :
  • Nilai 4 (Sangat Baik) diberikan pada mahasiswa yang mendapatkan Peringatan Tingkat I sebanyak-banyaknya 2 kali dalam 1 semester.
  • Nilai 3 (Baik) diberikan pada mahasiswa yang mendapatkan Peringatan Tingkat I sebanyak-banyaknya 6 kali dalam 1 semester.
  • Nilai 2 (Cukup) diberikan pada mahasiswa yang mendapatkan Peringatan Tingkat I sebanyak-banyaknya 10 kali dalam 1 semester.
  • Nilai 1 (Kurang) diberikan pada mahasiswa yang mendapatkan Peringatan Tingkat I sebanyak-banyaknya 14 kali dalam 1 semester.
  • Satu Peringatan Tingkat II dihitung setara dengan empat kali Peringatan Tingkat I.
  • Berdasarkan unsur-unsur seperti tersebut pada ayat (2) maka Yusidium ditetapkan sebagai berikut :
Yudisium   Kriteria  
  Cum Laude IPK ³ 3,50 dan NKK ³ 3,50 dan Tidak pernah mendapatkan status kelulusan Percobaan selama masa pendidikannya.
  Sangat Memuaskan IPK ³ 2,75 dan NKK ³ 2,75 dan Tidak pernah mendapatkan status kelulusan Percobaan selama masa pendidikannya
  Memuaskan   Kondisi lain yang tidak termasuk dalam 2 kriteria sebelumnya.  

Pasal 22

 Ijazah Diploma

  • Mahasiswa yang dinyatakan lulus pada program pendidikan Diploma-3 berhak mendapatkan Ijazah Diploma-3 Politeknik.
  • Ijazah Diploma diterbitkan oleh Politeknik dan diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia.
  • Ijazah hanya diterbitkan 1 kali dan penggantian ijazah asli tidak dapat dilakukan dengan alasan apapun

Pasal 23

Transkrip Akademik

  • Lulusan Program Pendidikan Diploma-3 berhak mendapatkan Transkrip Akademik.
  • Transkrip Akademik dapat diberikan bagi mereka yang tidak menyelesaikan program pendidikan Diploma-3 dan telah dinyatakan tidak lagi terdaftar sebagai mahasiswa melalui keputusan Direktur
  • Transkrip Akademik seperti yang tercantum pada ayat 2 hanya mencantumkan nilai dari mata kuliah yang telah diikuti selama masa pendidikannya.
  • Transkrip Akademik hanya diterbitkan 1 kali dan penggantian Transkrip Akademik asli tidak dapat dilakukan dengan alasan apapun.

   BAB V

SARANA DAN PRASARANA

Pasal 24

Fasilitas Belajar Mengajar

  • Penjadwalan penggunaan ruang kuliah dikoordinasikan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Bagian Umum
  • Ruang kuliah digunakan bersama oleh seluruh Program Studi/Jurusan sesuai dengan jadwal kuliah teori yang berlaku.
  • Fasilitas praktik yang meliputi Laboratorium, Bengkel dan Studio beserta fasilitas pendukungnya dikelola oleh Program Studi/Jurusan.
  • Sesuai dengan kompetensi mahasiswa yang akan dicapai, kegiatan jurusan dapat memanfaatkan sarana, fasilitas dan sumber daya unit kerja lain untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.

Pasal 25

Perpustakaan

  • Perpustakaan melakukan pelayanan pustaka bagi staf, civitas akademika Politeknik dan masyarakat umum.
  • Perpustakaan dibuka setiap hari Senin s.d. Jumat pada pukul 09.00 – 16.00 WITA.
  •  Peminjaman dapat dilakukan dengan cara perorangan atau kolektif
  • Peminjaman kolektif adalah peminjaman buku wajib ajar pada mata kuliah tertentu selama satu semester.
  • Selain peminjaman kolektif, mahasiswa dapat meminjam buku secara perorangan dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Maksimum peminjaman tiga buah buku
  • Maksimum waktu peminjaman satu minggu (5 hari kerja) dan dapat diperpanjang maksimum dua kali.
  • Hal – hal yang berkaitan dengan tatacara peminjaman, sanksi, dan lain – lain diatur dalam peraturan perpustakaan.

Pasal 26

Papan Pengumuman

  • Papan Pengumuman Resmi dikelola oleh pimpinan Politeknik.
  • Papan Pengumuman Umum dapat digunakan oleh seluruh civitas akademika dan masyarakat umum untuk hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama
  • Setiap Program Studi/Jurusan memiliki papan pengumuman untuk penyampaian  informasi yang berlaku di bagian masing-masing.
  • Papan Pengumuman Himpunan Mahasiswa digunakan untuk kepentingan Himpunan.
  • Publikasi yang bersifat politik dilarang ditampilkan pada papan pengumuman di lingkungan Politeknik.

BAB VI

KEMAHASISWAAN

Pasal 27

Kelas dan Organisasi Kelas

  • Setiap kelas harus mempunyai ketua kelas yang boleh dijabat secara bergantian di antara mahasiswa untuk setiap semester.
  • Ketua kelas bertanggung jawab terhadap pengisian daftar kehadiran mahasiswa dan pengisian realisasi pengajaran.
  • Ketua kelas bertanggung jawab atas ketertiban kelas dan anggota-anggotanya
  • Pengaturan dan masa tugas ketua kelas dilakukan oleh Ketua Program Studi / Jurusan.

Pasal 28

Kegiatan Ekstrakurikuler

  • Maksud dan tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam belajar mahasiswa yang menyangkut kegiatan-kegiatan peningkatan kesejahteraan mahasiswa, pengembangan kepribadian, peningkatan kemampuan fisik dan nonfisik, penyaluran minat dan bakat, pengarahan terhadap tanggungjawab sosial sebagai pribadi atau sebagai anggota kelompok serta pemeliharaan semangat kebersamaan di dalam keluarga besar Politeknik.
  • Setiap mahasiswa wajib mengikuti minimal satu kegiatan ekstrakurikuler.
  • Pada umumnya kegiatan ekstrakurikuler direncanakan dan dilakukan oleh lembaga-lembaga kemahasiswaan Politeknik yang terdiri dari: Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi/ Jurusan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa.
  • Hal-hal yang berkaitan dengan lembaga kemahasiswaan diatur dalam Pedoman Lembaga Kemahasiswaan.

BAGIAN KETIGA

PERATURAN DISIPLIN

Pasal 29

Kedisiplinan

  • Politeknik mewajibkan para mahasiswa untuk belajar dengan disiplin tinggi serta berpegang pada ketentuan berikut ini :
  • Menepati waktu dan teratur dalam mengikuti kuliah.
  • Berdisiplin dan bersikap baik.
  • Menjaga kebersihan dan ketertiban.
  • Berpakaian rapi dan sopan (tidak ketat, tidak berkaos oblong dan sandal)
  • Berpenampilan rapi dan tidak berambut gondrong
  • Dilarang merokok di lingkungan kampus Politeknik Gorontalo.
  • Tidak makan minum didalam ruang kuliah atau ruang praktikum.
  • Dilarang mengkonsumsi atau mengedarkan obat – obat terlarang dan minuman keras.
  • Mematuhi petunjuk untuk menghindari kecelakaan kerja.
  • Dapat dipercaya dan menghindarkan kerusakan dan hilangnya barang-barang milik Politeknik.
  • Mengikuti ketentuan dan peraturan lain yang ditetapkan oleh Politeknik.
  • Sanksi akan diberikan bagi mahasiswa yang tidak mematuhi peraturan-peraturan Politeknik.
  • Pemberian sanksi dapat berupa kompensasi kerja atau bentuk lainnya, peringatan tertulis, dan/atau diberhentikan dari kegiatan akademik.

Pasal 30

Peringatan Tingkat I

  • Peringatan Tingkat I dapat dikenakan kepada mahasiswa atas pelanggaran sebagai berikut:
  • Ketidakhadiran yang tidak diizinkan, misalnya terlambat dan bolos.
  • Tidak melaksanakan instruksi keselamatan.
  • Tidak melaksanakan tugas yang diberikan.
  • Tidak menghiraukan peraturan tata tertib, kesopanan dan rasa hormat kepada yang lain, terutama kepada staf pengajar.
  • Menggunakan alat-alat, perkakas dan benda-benda Politeknik tidak menurut aturan pakai yang benar walaupun telah diberitahukan sebelumnya secara lisan maupun tertulis.
  • Tidak mengikuti ketentuan cara berpakaian yang berlaku di Politeknik.
  • Makan minum di kelas atau di bengkel/studio/laboratorium dalam jam kerja atau istirahat.
  • Membuat kegaduhan di kelas maupun di tempat praktik pada jam belajar
  • Hal-hal lain yang diterbitkan oleh Program Studi/Jurusan yang telah disetujui oleh Direktur.
  • Peringatan Tingkat I dapat diberikan oleh seluruh staf sesuai dengan lingkup tanggungjawabnya.
  • Nama mahasiswa dan jenis pelanggaran yang dikenakan ditulis dalam Form Peringatan serta ditandatangani oleh mahasiswa yang bersangkutan, staf yang melaporkan dan Ketua Program Studi/Jurusan.

Pasal 31

Peringatan Tingkat II

  • Peringatan Tingkat II dapat dikenakan kepada mahasiswa atas pelanggaran sebagai berikut:
  • Ketidakhadiran selama satu hari tanpa keterangan.
  • Mengakibatkan terjadinya suatu kecelakaan karena pelanggaran terhadap instruksi keselamatan yang membahayakan kesehatan dan kehidupan bagi diri sendiri dan/atau orang lain.
  • Menghilangkan atau merusakkan alat, perkakas dan/atau benda milik Politeknik.
  • Tidak melaksanakan/mentaati tugas kompensasi pada waktu yang telah ditentukan.
  • Merokok di lingkungan kampus Politeknik Gorontalo
  • Tidak jujur dalam memberikan alasan absen.
  • Tidak jujur dalam Ujian
  • Tidak jujur dalam memberikan alasan kerusakan alat/ mesin/ benda kerja.
  • Melakukan kegiatan politik dan meresahkan masyarakat.
  • Hal-hal lain yang diterbitkan oleh unit kerja yang telah disetujui oleh Direktur.
  • Peringatan Tingkat II dapat diberikan oleh seluruh staf sesuai dengan lingkup tanggungjawabnya.
  • Peringatan Tingkat II diberikan pada setiap Peringatan Tingkat I yang ke-4 (empat) dalam satu semester.
  • Mahasiswa hanya diperbolehkan menerima sebanyak-banyaknya 3 (tiga) Peringatan Tingkat II dalam satu semester.  
  • Nama mahasiswa dan jenis pelanggaran yang dikenakan ditulis dalam Form Peringatan serta ditandatangani oleh staf yang melaporkan, mahasiswa yang bersangkutan dan Ketua Program Studi/ Jurusan.
  • Politeknik akan menyampaikan surat pemberitahuan tertulis kepada orangtua/wali mahasiswa atas setiap pelanggaran yang menyebabkan terbitnya sebuah Peringatan Tingkat II.

Pasal 32

Ketidakhadiran Yang Diizinkan

  • Ketidakhadiran untuk mengikuti perkuliahan hanya diizinkan dalam hal:
  • Sakit selama satu hari, harus menyerahkan surat keterangan dari orang tua/wali yang diberikan paling lambat keesokan harinya.
  • Sakit lebih dari satu hari, harus menyerahkan surat keterangan dokter yang resmi dan sah. Politeknik berhak memeriksa keabsahan surat keterangan dokter yang dijadikan alasan ketidakhadiran mahasiswa.
  • Urusan pribadi yang benar-benar penting dan mendadak (contoh : panggilan untuk menjadi saksi dimuka pengadilan, pelanggaran lalu lintas, kecelakaan, dan anggota keluarga yang mempunyai hubungan langsung mendapat musibah).
  • Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh Institusi
  • Izin tidak hadir harus didapat dari Dosen Wali  atau Ketua Program Studi/ Jurusan.
  • Bila mahasiswa karena sesuatu hal tidak dapat mengikuti perkuliahan karena alasan pada ayat 2 diatas, maka Dosen Wali  harus menerima pemberitahuan resmi dalam waktu selambat–lambatnya 3 hari kerja. Pemberitahuan dapat disampaikan melalui telepon, facsimile, surat, telegram, atau media lain. Meskipun demikian surat keterangan dokter/pernyataan alasan absen yang ditandatangani oleh orang tua/wali harus diserahkan kepada Dosen Wali  ketika mengikuti kuliah kembali.
  • Rekapitulasi waktu ketidakhadiran yang diizinkan akan dicantumkan pada Laporan Semester.

Pasal 33

Ketidakhadiran Yang Tidak Diizinkan

  • Ketidakhadiran yang tidak diizinkan meliputi kasus:
  • Terlambat.
  • Bolos.
  • Ketidakhadiran yang tidak diizinkan akan mengakibatkan diberikannya Peringatan Tingkat I atau Peringatan Tingkat II
  • Peringatan Tingkat I dikenakan pada hal-hal sebagai berikut :
  • 4 kali terlambat, masing-masing tidak lebih dari 10 menit.
  • 1 kali terlambat lebih dari 10 menit.
  • Peringatan Tingkat II akan diberikan kepada mahasiswa atas ketidakhadiran tanpa pemberitahuan resmi untuk setiap 1 (satu) hari kuliah.
  • Rekapitulasi waktu ketidakhadiran yang tidak diizinkan akan dicantumkan pada Laporan Semester.

Pasal 34

Pertanggung jawaban Atas Barang Milik Politeknik

  • Tiap mahasiswa, secara perorangan, bertanggung jawab terhadap kelengkapan bahan/ peralatan yang dipercayakan kepadanya.
  • Mahasiswa diharuskan segera melapor kepada staf pengajar yang bersangkutan jika menerima bahan/ peralatan yang rusak atau tidak lengkap.
  • Mahasiswa diharuskan segera melapor kepada staf pengajar yang bersangkutan apabila merusakkan /menghilangkan bahan/ peralatan yang dipercayakan kepadanya.  Mengabaikan peraturan ini dianggap sebagai pelanggaran disiplin yang berat.
  • Pertanggungjawaban atas kehilangan/kerusakan yang tidak dapat dilakukan secara perseorangan akan dibebankan kepada seluruh mahasiswa dari kelas yang bersangkutan.
  • Setiap hari mahasiswa diharuskan melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan bahan/ peralatan/ mesin yang digunakan sesuai dengan daftar inventarisnya.

Pasal 35

Penggantian Atas Kerusakan

  • Selain Peringatan Tingkat I atau Tingkat II, seorang mahasiswa dapat dikenakan denda atau tuntutan penggantian atas bahan/ peralatan/ mesin yang dirusakkan atau dihilangkannya.
  • Nilai penggantian ditentukan oleh Ketua Program Studi /Jurusan dengan tetap mempertimbangkan aspek akademis berkaitan dengan kasus yang terjadi.

Pasal 36

Kompensasi dan Sanksi

  • Kompensasi dikoordinasikan langsung dengan pengajar pengampu mata kuliah yang bersangkutan.
  • Sanksi kerja dapat diberikan kepada mahasiswa yang melakukan kerusakan atau menghilangkan bahan/ peralatan/ mesin yang menjadi tanggungjawabnya. Jumlah jam sanksi ditentukan dan disesuaikan dengan kondisi kerusakan/ kehilangan tersebut.
  • Sanksi dan kompensasi harus dilunasi sebelum perkuliahan semester baru dimulai.
  • Pelaksanaan Sanksi diatur oleh Dosen Wali  dan atau Ketua Program Studi/ Jurusan
  • Kompensasi dan Sanksi dapat dilakukan pada hari kerja dalam semester tersebut dan/atau waktu libur.
  • Kompensasi dan Sanksi tidak mengurangi jumlah catatan ketidakhadiran yang tercantum dalam Laporan Semester.

Pasal 37

Pemberhentian dari Kegiatan Akademik

  • Disamping hal-hal yang berhubungan dengan status kelulusan dan tindakan indisipliner, seorang mahasiswa dapat diberhentikan dari kegiatan akademik jika :
  • Tidak membayar Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP).
  • Kedapatan mencuri atau menipu.
  • Berkelahi atau mencederai orang lain.
  • Melakukan perbuatan yang merusak nama baik Politeknik.
  • Terlibat kasus pidana/ kriminal/ asusila/ subversi.
  • Keputusan memberhentikan mahasiswa dari kegiatan akademik akan diputuskan melalui Surat Keputusan Direktur berdasarkan bukti-bukti dan alasan-alasan yang jelas.

BAGIAN KEEMPAT

PENUTUP

Pasal 38

Penutup

  • Pelaksanaan Peraturan Akademik adalah tanggung jawab dari Direktur.
  • Dalam hal-hal yang masih meragukan Direktur setelah berkonsultasi dengan staf, berhak memutuskan arti pasal dan ayat yang tercantum dalam Peraturan Akademik.
  • Hal – hal yang belum diatur dalam Peraturan Akademik dapat diterbitkan oleh Politeknik sebagai aturan tambahan.
  • Peraturan Akademik ini berlaku mulai tanggal ditetapkan.

Lampiran

Acuan Distribusi Normal

Nilai Angka ( NA ) Nilai Mutu ( NM )
NA ³ (NR+1,5.SB) A
NR < NA £ (NR+1,5.SB) B
(NR-1,5.SB) < NA £ NR C
4,0 < NA £ (NR-1,5.SB) D
NA < 4,0 E

Keterangan:

NR  = Rata-rata nilai mahasiswa untuk setiap mata kuliah yang diasuh.

SB   = Simpangan baku nilai mahasiswa untuk setiap mata kuliah yang diasuh.

 

POLITEKNIK GORONTALO

Nomor : ………………………………………

TENTANG

A.    PERATURAN AKADEMIK POLITEKNIK GORONTALO

Menimbang :   a.   Bahwa untuk menunjang proses belajar mengajar di Politeknik Gorontalo diperlukan suatu Peraturan Akademik yang dijadikan sebagai pedoman penyelenggaraan Pendidikan di Politeknik Gorontalo.

                        b. Bahwa Peraturan Pendidikan Politeknik yang ditetapkan Direktur Politeknik Gorontalo pada tanggal 27 Juli 2010 dirasa tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi yang berkembang di  Politeknik Gorontalo.

                        c. Mencabut Peraturan Pendidikan Politeknik Gorontalo  yang ditetapkan Direktur tanggal 27 Juli 2010.

  • Bahwa untuk maksud huruf a, b dan c diatas, dipandang perlu menetapkan suatu Peraturan Akademik Politeknik Gorontalo melalui Keputusan Direktur Politeknik Gorontalo.

Mengingat :  1.  Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional

  • Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi.
  • Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia :
    • Nomor 0429/O/1992 tentang Statuta Politeknik Gorontalo.
    • Nomor 056/U/1994 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Belajar Mahasiswa.
    • Nomor 0196/0/1995 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Gorontalo.
    • Nomor 045/U/2000 tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi
    • Nomor 232/U/2002 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa.
  • Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Depdikbud Nomor 48/DJ/KEP/1983 tentang Beban Tugas Mengajar pada Perguruan Tinggi Negeri.

Memperhatikan : Keputusan Rapat Senat Politeknik Gorontalo tanggal ………………….

M E M U T U S K A N :

Menetapkan      : Keputusan Direktur Politeknik Gorontalo Tentang Peraturan Akademik Politeknik Gorontalo.

Ditetapkan Di : Gorontalo Pada Tanggal : Direktur,       Dr. Ir. Rusthamrin H. Akuba, MS 19590825 198503 1 003  

 

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN                                                                            

Pasal 1   Tujuan                                                                          1

Pasal 2   Ruang Lingkup                                                           1

Pasal 3   Definisi dan Pengertian                                              1

PERATURAN AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN

Pasal 4   Program Pendidikan                                                    3

Pasal 5   Kapasitas Pendidikan                                                  3

Pasal 6   Tatacara Penerimaan Mahasiswa Baru                        3

Pasal 7   Pendaftaran Ulang                                                       4

PELAKSANAAN PERKULIAHAN

Pasal 8   Kalander Akademik                                                     5

Pasal 9   Jadwal Kuliah dan Istirahat                                         5

Pasal 10 Biaya Kuliah                                                                5

Pasal 11 Pembayaran Biaya Kuliah dan Sanksi                         6

Pasal 12 Beasiswa                                                                      6

EVALUASI PRESTASI AKADEMIK

Pasal 13 Penilaian Hasil Belajar                                                7

Pasal 14 Nilai Mata Kuliah                                                        7

Pasal 15 Konversi Nilai Angka ke Nilai Mutu                          8

Pasal 16 Penilaian Prestasi Akademik                                       9

Pasal 17 Status Kelulusan Semester                                          9

Pasal 18 Kenaikan Semester                                                      10

Pasal 19 Pemberhentian Sementara

              dari Kegiatan Akademik                                              10

Pasal 20 Pemberhentian dari Kegiatan Akademik                    11

KELULUSAN MAHASISWA

Pasal 21   Yudisium                                                                   12

Pasal 22   Ijazah                                                                         13

Pasal 23   Transkrip Akademik                                                  13

SARANA DAN PRASARANA

Pasal 24   Fasilitas Belajar Mengajar                                         14

Pasal 25   Perpustakaan                                                              14

Pasal 26   Papan Pengumuman                                                  14

KEMAHASISWAAN

Pasal 27   Kelas dan Organisasi Kelas                                       15

Pasal 28   Kegiatan Ekstrakurikuler                                           15

PERATURAN DISIPLIN

Pasal 29   Kedisiplinan                                                               16

Pasal 30   Peringatan Tingkat I                                                  16

Pasal 31   Peringatan Tingkat II                                                17

Pasal 32   Ketidakhadiran Yang Diijinkan                                 18

Pasal 33   Ketidakhadiran Yang Tidak Diijinkan                      18

Pasal 34   Pertanggungjawaban Atas Barang

                 Milik Politeknik                                                         18

Pasal 35   Penggantian Atas Kerusakan                                     19

Pasal 36   Kompensasi dan Sanksi                                             19

Pasal 37   Pemberhentian dari Kegiatan Akademik                  19

PENUTUP

Pasal 38   Penutup                                                                      20

LAMPIRAN

            Gambar Acuan Distribusi Normal     

BAGIAN KESATU

pendahuluan

Pasal 1

Tujuan

  • Menetapkan hak dan kewajiban peserta didik dalam mengikuti kegiatan akademik di Politeknik Gorontalo.
  • Menjamin tercapainya tujuan pendidikan Politeknik dengan berpedoman pada peraturan dan perundangan yang berlaku serta kaidah, moral dan etika profesional.

Pasal 2

Ruang Lingkup

Peraturan Akademik berlaku bagi seluruh mahasiswa yang terdaftar sebagai peserta didik di Politeknik Gorontalo.

Pasal 3

Definisi dan Pengertian

Dalam Peraturan Akademik ini yang dimaksud dengan:

  • Peraturan Akademik adalah peraturan akademik dan disiplin bagi mahasiswa Politeknik Gorontalo.
  • Politeknik adalah Politeknik Gorontalo.
  • Jurusan adalah unsur pelaksana akademik yang menyelenggarakan satu atau lebih program studi yang memiliki sub-disiplin ilmu yang sama.  Nama dan jenis Jurusan ditetapkan melalui Statuta Politeknik.
  • Program studi adalah unsur pelaksana kesatuan rencana belajar sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan atas dasar suatu kurikulum agar mahasiswa dapat menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan sasaran kurikulum.
  • Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman kegiatan belajar-mengajar.
  • Direktur adalah pimpinan penyelenggara pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat, pembina tenaga kependidikan, mahasiswa dan tenaga administratif serta tenaga pendidik di lingkungan Politeknik.
  • Ketua Jurusan adalah pimpinan penyelenggara pendidikan di tingkat jurusan.
  • Ketua Program Studi adalah pimpinan penyelenggara pendidikan di tingkat program studi.
  • Dosen Wali adalah pengajar yang ditunjuk sebagai pembimbing satu kelas mahasiswa.
  • Tenaga Pendidik adalah dosen dan instruktur yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar di Politeknik.
  • Tenaga Administratif adalah tenaga yang membantu di bidang administrasi dalam penyelenggaraan pendidikan di Politeknik.
  • Mahasiswa adalah peserta didik yang teregistrasi dengan status aktif dan non aktif pada salah satu Program Studi di Politeknik pada setiap semester.
  • Kampus adalah lingkungan dan fasilitas fisik yang digunakan untuk pelaksanaan proses belajar mengajar di Politeknik.
  • Yudisium adalah status kelulusan pada akhir masa pendidikan.
  • Sebutan adalah gelar yang diberikan kepada lulusan pendidikan tinggi vokasi.
  • SLTA adalah sekolah lanjutan tingkat atas (SMA, SMK, MA, dan yang sederajat).
  • Bolos adalah ketidakhadiran tanpa keterangan dari sesi aktivitas perkuliahan
  • Kompensasi adalah penggantian waktu ketidakhadiran yang diizinkan.
  • Sanksi adalah bentuk pertanggungjawaban ketidakhadiran yang tidak diizinkan.

BAGIAN KEDUA

PERATURAN AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN

  •  

PROGRAM PEndidikan

Pasal 4

Program Pendidikan

  • Beban studi program pendidikan pada jenjang Diploma-3 dilaksanakan sekurang-kurangnya 110 sks yang dijadwalkan selama 3 tahun (6 semester).
  • Penyelenggaraan Program Studi/jurusan ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur yang diterbitkan pada setiap awal tahun akademik baru.
  • Lulusan program pendidikan Diploma-3 akan mendapatkan ijazah Diploma-3 Politeknik dengan sebutan profesional Ahli Madya, disingkat AMd.

Pasal 5

Kapasitas Pendidikan

  • Kapasitas pendidikan untuk setiap program studi disesuaikan terhadap kebutuhan kerja, minat masyarakat dan industri.
  • Kapasitas penerimaan mahasiswa baru untuk setiap program studi ditetapkan dengan keputusan Direktur.

Pasal 6

Tatacara Penerimaan Mahasiswa Baru

  • Calon mahasiswa Politeknik diharuskan memenuhi syarat sebagai berikut:
  • Berkelakuan baik, berjiwa dan berbadan sehat.
  • Telah lulus SLTA dan sederajat.
  • Memiliki Ijazah SLTA 5 tahun terakhir dan berusia tidak lebih dari 24 tahun pada saat perkuliahan dimulai.
  • Persyaratan calon mahasiswa program pendidikan khusus ditentukan kemudian melalui keputusan Direktur.
  • Para calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan seperti tercantum pada ayat 1 diatas harus mengikuti seleksi ujian masuk yang diselenggarakan oleh Politeknik.
  • Seleksi ujian masuk program pendidikan terdiri dari 2 jalur :
  • Jalur Reguler, melalui tes potensi akademik yang dilakukan secara tertulis dengan materi uji Matematika, Bahasa Inggris, dan Sains untuk Program Studi bidang Rekayasa atau Ilmu Sosial untuk Program Studi bidang Tata Niaga.
  • Jalur Prestasi, melalui :
  • Program kerjasama dengan SLTA terpilih.
  • Program seleksi ujian nasional
  • Keputusan penerimaan mahasiswa baru berdasarkan pada hasil ujian masuk tersebut di atas merupakan wewenang Politeknik dan tidak dapat diganggu gugat.

Pasal 7

Pendaftaran Ulang

  • Mahasiswa baru wajib mendaftar ulang pada Bagian Administrasi Akademik dengan menyerahkan berkas-berkas:
  • Ijazah Asli SLTA dan salinannya,
  • Daftar Nilai Ujian Akhir Nasional dan salinannya,
  • Bukti pembayaran biaya kuliah, dan
  • Berkas lain yang diumumkan melalui pemberitahuan resmi.
  • Persetujuan Hukum harus dilakukan oleh mahasiswa baru dengan cara menandatangani Surat Perjanjian bermaterai dalam form yang disediakan serta diketahui oleh orang tua/wali yang bersangkutan, yang menyatakan:
  • Akan mengikuti program pendidikan untuk waktu selama masa pendidikan.
  • Akan bertanggungjawab atas segala sikap, perbuatan, dan tingkah laku selama masa pendidikan.
  • Akan mematuhi segala peraturan yang berlaku di Politeknik.
  • Akan menerima hasil keputusan pimpinan Politeknik atas pelanggaran yang dilakukan sesuai dengan yang tercantum pada buku Peraturan akademik.


  •  

PELAKSANAAN PERKULIAHAN

Pasal 8

Kalender Akademik

Pasal 9

Jadwal Kuliah dan Istirahat

  • Waktu belajar dan istirahat dalam satu minggu program kuliah disusun sesuai dengan jadwal sebagai berikut :
Senin s/d Kamis
Waktu Kegiatan
08.00 – 08.50 Jam Kuliah ke-1
08.50 – 09.40 Jam Kuliah ke-2
09.40 – 10.00 Break
10.00 – 10.50 Jam Kuliah ke-3
10.50 – 11.40 Jam Kuliah ke-4
11.40 – 12.30 Istrahat
12.30 – 13.30 Jam Kuliah ke-5
13.30 – 14.20 Jam Kuliah ke-6
14.20 – 15.10 Jam Kuliah ke-7
15.10 – 16.00 Jam Kuliah ke-8
Jumat
08.00 – 08.50 Jam Kuliah ke-1
08.50 – 09.40 Jam Kuliah ke-2
09.40 – 10.00 Break
10.00 – 10.50 Jam Kuliah ke-3
10.50 – 11.40 Jam Kuliah ke-4
11.40 – 13.30 Sholat Jumat
13.30 – 14.20 Jam Kuliah ke-5
14.20 – 15.10 Jam Kuliah ke-6
15.10 – 16.00 Jam Kuliah ke-7
16.00 – 16.50 Jam Kuliah ke-8

Ekstrakurikuler wajib diikuti oleh setiap mahasiswa.

  • Jadwal kuliah dapat diubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

Pasal 10

Biaya Kuliah

  • Setiap mahasiswa diwajibkan membayar Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) pada setiap awal semester.
  • Premi asuransi kecelakaan termasuk komponen Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP)
  • Besar biaya kuliah ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Berdsarkan Keputusan Senat
  • Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan tidak termasuk biaya untuk kegiatan-kegiatan tertentu, seperti Wisuda, Karya Wisata, dan lain-lain.
  • Biaya kegiatan seperti yang tercantum pada ayat (3) dibayarkan sebelum kegiatan dilaksanakan.
  • Biaya yang dikeluarkan untuk penulisan dan pembuatan Tugas Akhir menjadi beban dan tanggung jawab mahasiswa.

Pasal 11

Pembayaran Biaya Kuliah dan Sanksi

  • Biaya Perlengkapan Kerja dan SPP sebagaimana ketentuan yang berlaku harus sudah dibayarkan sebelum semester baru dimulai.
  • Biaya Kuliah yang sudah dibayarkan tidak dapat dikembalikan lagi dengan alasan apapun.
  • Penundaan pembayaran biaya kuliah dapat diajukan melalui permohonan tertulis yang ditandatangani oleh orang tua/ wali mahasiswa dan ditujukan kepada Direktur sebelum perkuliahan semester baru dimulai.
  • Direktur akan  menetapkan batas waktu pembayaran untuk setiap surat permohonan penundaan pembayaran biaya kuliah.
  • Ketidak hadiran yang disebabkan oleh sanksi keterlambatan pembayaran biaya kuliah tetap diperhitungkan sebagai sanksi akademik.

Pasal 12

Beasiswa

  • Bagi mahasiswa yang memenuhi syarat sebagai calon penerima dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh beasiswa.
  • Beasiswa dapat diberikan oleh lembaga, instansi atau perseorangan selama tidak bertentangan dengan peraturan Politeknik.
  • Syarat calon penerima seperti tercantum pada ayat (2) diatas ditetapkan oleh lembaga, instansi atau perseorangan pemberi beasiswa.
  • Pengaturan mahasiswa penerima beasiswa dilakukan oleh Politeknik.        
  •  

EVALUASI PRESTASI AKADEMIK

Pasal 13

Penilaian Hasil Belajar

  • Evaluasi kemajuan prestasi mahasiswa dilakukan secara berkala baik pada pelajaran praktik maupun teori.
  • Penilaian prestasi mahasiswa pada program praktik dapat dilakukan berdasarkan hasil kerja, sikap kerja dan/atau laporan kerja yang mencakup bagian mata kuliah praktik pada minggu program yang bersangkutan.
  • Nilai program praktik diberikan pada akhir setiap minggu oleh penyedia program pada minggu program yang bersangkutan.
  • Penilaian prestasi mahasiswa pada program teori dapat dilakukan berdasarkan hasil tugas, quiz dan/atau ujian untuk masing-masing mata kuliah yang mencakup bagian mata kuliah teori pada semester yang bersangkutan.
  • Presentase penilaian mata kuliah teori prestasi mahasiswa diatur sebagai berikut :
Kegiatan Persentase
Tugas 10% – 20%
Quis 10% – 20%
UTS 25% – 35%
UAS 35% – 45%
  • Pada setiap semester sekurang-kurangnya dilakukan  2 kali ujian untuk setiap mata kuliah teori yang dapat diselenggarakan pada tengah dan akhir semester.
  • Pada setiap akhir semester akan disampaikan hasil prestasi dan tingkah laku mahasiswa dalam bentuk Laporan Semester. Laporan Semester akan diserahkan kepada mahasiswa dan salinan akan disampaikan kepada orangtua/wali yang bersangkutan.
  • Penilaian mata kuliah Tugas Akhir ditetapkan melalui Pedoman Pelaksanaan Tugas Akhir .

Pasal 14

Nilai Mata Kuliah

  • Nilai setiap mata kuliah dinyatakan dengan Huruf Mutu A, B, C, D dan E dengan Sebutan Mutu dan Angka Mutu sebagai berikut :
Huruf Mutu (HM) Sebutan Mutu (SM) Angka Mutu (AM)
A Sangat baik 4
B Baik 3
C Cukup 2
D Kurang 1
E Gagal 0
  • Pada dasarnya nilai akhir diberikan kepada mahasiswa atas pencapaian prestasi tiap mata kuliah sebagai berikut :
  • Nilai A diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan apabila mahasiswa tersebut dinilai menguasai sepenuhnya materi yang diberikan, serta mempunyai kemampuan dan kemauan untuk menambah dan mengembangkan pengetahuannya di kemudian hari.
  • Nilai B diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan apabila mahasiswa tersebut dinilai menguasai sebagian besar materi tersebut, mempunyai kemampuan dan kemauan untuk menambah dan mengembangkan pengetahuannya di kemudian hari.
  • Nilai C diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan apabila mahasiswa tersebut dinilai hanya memenuhi persyaratan penguasaan minimal, serta masih mempunyai kemampuan dan kemauan untuk memperbaiki kekurangannya dikemudian hari.
  • Nilai D diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan apabila mahasiswa tersebut dinilai kurang memenuhi persyaratan penguasaan minimal, tetapi masih mempunyai kemampuan dan kemauan untuk memperbaiki kekurangannya di kemudian hari.
  • Nilai E diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan apabila mahasiswa tersebut dinilai gagal, karena penguasaannya terhadap mata kuliah tersebut berada di bawah penguasaan minimal.
  • Huruf Mutu T dengan Sebutan Mutu Tunda dapat diberikan kepada mahasiswa oleh pengajar mata kuliah yang bersangkutan, apabila dalam kondisi khusus mahasiswa belum menyelesaikan seluruh persyaratan untuk mendapatkan nilai.

Pasal 15

Konversi Nilai Angka ke Nilai Mutu

  • Nilai Angka adalah nilai kuantitatif yang diberikan oleh pengajar untuk tiap mata kuliah pada setiap akhir semester.
  • Nilai Angka ditulis dengan skala 1,0 sampai dengan 10,0.
  • Konversi Nilai Angka ke Nilai Mutu dapat dilakukan dengan menggunakan salah satu dari beberapa sebagai berikut:
  1.  Acuan Mutlak
Nilai Angka ( NA ) Nilai Mutu ( NM )
NA ³ 8,5 A
7,0 £ NA < 8,5 B
5,5 £ NA < 7,0 C
4,0 £ NA < 5,5 D
NA < 4,0 E
  •  Acuan Distribusi Normal
Nilai Angka ( NA ) Nilai Mutu ( NM )
NA ³ (NR+1,5.SB) A
NR £ NA < (NR+1,5.SB) B
(NR-1,5.SB) £ NA < NR C
4,0 £ NA < (NR-1,5.SB) D
NA < 4,0 E

Keterangan:

NR  = Rata-rata nilai mahasiswa untuk setiap mata kuliah yang diasuh.

SB   = Simpangan baku nilai mahasiswa untuk setiap mata kuliah yang diasuh.

  • Acuan lain yang ditetapkan oleh pengajar dengan tetap mengacu pada kaidah akademik yang berlaku.

Pasal 16

Penilaian Prestasi Akademik

  • Penilaian prestasi akademik dilakukan pada setiap akhir semester berdasarkan hasil evaluasi akademik seluruh mata kuliah yang ditempuh pada semester tersebut.
  • Penilaian prestasi akademik pada akhir semester dinyatakan dengan nilai Indeks Prestasi (IP) yang terdiri dari Indeks Prestasi Semester (IPS), Indeks Prestasi Mata kuliah Praktek (IPP) dan Indeks Prestasi Mata Kuliah Teori (IPT)
  • IPS merupakan gabungan dari IPP dan IPT.
  • Hasil perhitungan Indeks Prestasi Semester dihitung sampai dua desimal.
  • Perhitungan Indeks Prestasi Semester sebagai berikut:

          Keterangan :

IPS    = Indeks Prestasi Semester

IPP    = Indeks Prestasi Praktik

IPT    = Indeks Prestasi Teori

KPi     = Bobot kredit tiap mata kuliah praktik

KTi    = Bobot kredit tiap mata kuliah teori

AMPi = Angka Mutu tiap mata kuliah praktik

AMTi = Angka Mutu tiap mata kuliah teori

Pasal 17

Status Kelulusan Semester

  • Status Kelulusan diberikan kepada mahasiswa pada tiap akhir semester berdasarkan hasil evaluasi prestasi akademik dan disiplin.
  • Terdapat 3 jenis status kelulusan pada tiap akhir semester, yaitu:
  • Status Lulus
  • Status Percobaan
  • Status Tidak Lulus
  • Pemberian status kelulusan atas hasil evaluasi prestasi akademik ditetapkan berdasarkan kriteria sebagai berikut:
  Status Kelulusan     Kriteria  
Lulus IPP ³ 2,00 dan IPT ³ 2,00 dan Jumlah sks nilai D £ 4 dan Tidak memiliki nilai E
Percobaan IPP ³ 2,00 dan IPT ³ 2,00 dan Jumlah sks nilai D > 4 dan Tidak memiliki nilai E atau 1,75 £ IPP dan/atau IPT < 2,00 dan Jumlah sks nilai D £ 8 dan Tidak memiliki nilai E
Tidak Lulus IPP dan/atau IPT < 1,75 atau Jumlah sks nilai D > 8 atau Mendapat status kelulusan Percobaan kedua atau Memiliki nilai E

Pasal 18

Kenaikan Semester

Secara umum untuk seluruh program pendidikan berlaku ketentuan sebagai berikut:

  1. Mahasiswa yang mendapatkan status kelulusan Lulus pada akhir semester berhak mengikuti pendidikan pada semester berikutnya dengan melakukan registrasi ulang.
  2. Mahasiswa yang mendapatkan status kelulusan Percobaan pada akhir semester berhak mengikuti pendidikan pada semester berikutnya. Pada akhir semester (berturut – turut) dimana mahasiswa mendapat status kelulusan Percobaan kedua, maka status kelulusannya menjadi Tidak Lulus.
  3. Mahasiswa yang mendapatkan status Tidak Lulus dapat mengulang semester, bersama dengan mahasiswa angkatan berikutnya pada semester yang sama pada tahun berikutnya.
  4. Pengulangan semester tersebut hanya diberikan satu kali selama masa pendidikan atau maksimum empat tahun masa pendidikan.


Pasal 19

Pemberhentian Sementara dari Kegiatan Akademik

  • Pemberhentian sementara dari kegiatan akademik dapat diberikan kepada mahasiswa yang disebabkan oleh:
  • Sakit yang tidak memungkinkan mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan pada semester berjalan yang disertai dengan bukti keterangan dari dokter/ rumah sakit yang sah.
  • Keharusan yang berkaitan dengan kepentingan negara atau terjadinya keadaan kahar.
  • Mahasiswa yang diberhentikan sementara dari kegiatan akademik diberikan kesempatan untuk mengulang seluruh mata kuliah pada semester yang sama pada tahun ajaran berikutnya.
  • Pengajuan permohonan untuk mengikuti pendidikan kembali harus diajukan secara tertulis pada pimpinan Politeknik selambat-lambatnya satu bulan sebelum perkuliahan semester baru dimulai.

Pasal 20

Pemberhentian dari Kegiatan Akademik

  • Pemberhentian dari kegiatan akademik dapat diberikan kepada mahasiswa yang disebabkan oleh:
  • Mendapatkan dua kali status kelulusan tidak lulus
  • Melebihi maksimum masa pendidikan yaitu empat tahun.
  • Status Diberhentikan dari kegiatan Akademik dapat diberikan pada mahasiswa yang melanggar Peraturan Tata Tertib dan Disiplin.  Jenis dan sanksi atas pelanggaran diatur dalam pasal tersendiri.
  •  

KELULUSAN MAHASISWA

Pasal 21

Yudisium

  • Yudisium terbagi atas status Cum Laude, Sangat Memuaskan, dan Memuaskan.
  • Yudisium Diploma Politeknik ditentukan oleh unsur-unsur Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan Nilai Kelakuan Kumulatif  (NKK).
  • Pada program pendidikan Diploma-3 Indeks Prestasi Kumulatif dihitung dengan menggunakan rumus:

Keterangan :

IPK     : Indeks Prestasi Kumulatif

IPSi     : Indeks Prestasi Semester 1 s.d. 6

  • Nilai Kelakuan Kumulatif (NKK) dihitung berdasarkan rumus

Keterangan :

NKK   : Nilai Kelakuan Kumulatif

NKi      : Nilai Kelakuan semester pertama s.d. semester keenam

  • Nilai Kelakuan (NK) dihitung berdasarkan jumlah Peringatan Tingkat I dan/atau Peringatan Tingkat II yang diterima oleh mahasiswa pada tiap semester, dimana :
  • Nilai 4 (Sangat Baik) diberikan pada mahasiswa yang mendapatkan Peringatan Tingkat I sebanyak-banyaknya 2 kali dalam 1 semester.
  • Nilai 3 (Baik) diberikan pada mahasiswa yang mendapatkan Peringatan Tingkat I sebanyak-banyaknya 6 kali dalam 1 semester.
  • Nilai 2 (Cukup) diberikan pada mahasiswa yang mendapatkan Peringatan Tingkat I sebanyak-banyaknya 10 kali dalam 1 semester.
  • Nilai 1 (Kurang) diberikan pada mahasiswa yang mendapatkan Peringatan Tingkat I sebanyak-banyaknya 14 kali dalam 1 semester.
  • Satu Peringatan Tingkat II dihitung setara dengan empat kali Peringatan Tingkat I.
  • Berdasarkan unsur-unsur seperti tersebut pada ayat (2) maka Yusidium ditetapkan sebagai berikut :
Yudisium   Kriteria  
  Cum Laude IPK ³ 3,50 dan NKK ³ 3,50 dan Tidak pernah mendapatkan status kelulusan Percobaan selama masa pendidikannya.
  Sangat Memuaskan IPK ³ 2,75 dan NKK ³ 2,75 dan Tidak pernah mendapatkan status kelulusan Percobaan selama masa pendidikannya
  Memuaskan   Kondisi lain yang tidak termasuk dalam 2 kriteria sebelumnya.  

Pasal 22

 Ijazah Diploma

  • Mahasiswa yang dinyatakan lulus pada program pendidikan Diploma-3 berhak mendapatkan Ijazah Diploma-3 Politeknik.
  • Ijazah Diploma diterbitkan oleh Politeknik dan diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia.
  • Ijazah hanya diterbitkan 1 kali dan penggantian ijazah asli tidak dapat dilakukan dengan alasan apapun

Pasal 23

Transkrip Akademik

  • Lulusan Program Pendidikan Diploma-3 berhak mendapatkan Transkrip Akademik.
  • Transkrip Akademik dapat diberikan bagi mereka yang tidak menyelesaikan program pendidikan Diploma-3 dan telah dinyatakan tidak lagi terdaftar sebagai mahasiswa melalui keputusan Direktur
  • Transkrip Akademik seperti yang tercantum pada ayat 2 hanya mencantumkan nilai dari mata kuliah yang telah diikuti selama masa pendidikannya.
  • Transkrip Akademik hanya diterbitkan 1 kali dan penggantian Transkrip Akademik asli tidak dapat dilakukan dengan alasan apapun.

   BAB V

SARANA DAN PRASARANA

Pasal 24

Fasilitas Belajar Mengajar

  • Penjadwalan penggunaan ruang kuliah dikoordinasikan oleh Bagian Administrasi Akademik dan Bagian Umum
  • Ruang kuliah digunakan bersama oleh seluruh Program Studi/Jurusan sesuai dengan jadwal kuliah teori yang berlaku.
  • Fasilitas praktik yang meliputi Laboratorium, Bengkel dan Studio beserta fasilitas pendukungnya dikelola oleh Program Studi/Jurusan.
  • Sesuai dengan kompetensi mahasiswa yang akan dicapai, kegiatan jurusan dapat memanfaatkan sarana, fasilitas dan sumber daya unit kerja lain untuk membantu penyelenggaraan pendidikan.

Pasal 25

Perpustakaan

  • Perpustakaan melakukan pelayanan pustaka bagi staf, civitas akademika Politeknik dan masyarakat umum.
  • Perpustakaan dibuka setiap hari Senin s.d. Jumat pada pukul 09.00 – 16.00 WITA.
  •  Peminjaman dapat dilakukan dengan cara perorangan atau kolektif
  • Peminjaman kolektif adalah peminjaman buku wajib ajar pada mata kuliah tertentu selama satu semester.
  • Selain peminjaman kolektif, mahasiswa dapat meminjam buku secara perorangan dengan ketentuan sebagai berikut:
  • Maksimum peminjaman tiga buah buku
  • Maksimum waktu peminjaman satu minggu (5 hari kerja) dan dapat diperpanjang maksimum dua kali.
  • Hal – hal yang berkaitan dengan tatacara peminjaman, sanksi, dan lain – lain diatur dalam peraturan perpustakaan.

Pasal 26

Papan Pengumuman

  • Papan Pengumuman Resmi dikelola oleh pimpinan Politeknik.
  • Papan Pengumuman Umum dapat digunakan oleh seluruh civitas akademika dan masyarakat umum untuk hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama
  • Setiap Program Studi/Jurusan memiliki papan pengumuman untuk penyampaian  informasi yang berlaku di bagian masing-masing.
  • Papan Pengumuman Himpunan Mahasiswa digunakan untuk kepentingan Himpunan.
  • Publikasi yang bersifat politik dilarang ditampilkan pada papan pengumuman di lingkungan Politeknik.

BAB VI

KEMAHASISWAAN

Pasal 27

Kelas dan Organisasi Kelas

  • Setiap kelas harus mempunyai ketua kelas yang boleh dijabat secara bergantian di antara mahasiswa untuk setiap semester.
  • Ketua kelas bertanggung jawab terhadap pengisian daftar kehadiran mahasiswa dan pengisian realisasi pengajaran.
  • Ketua kelas bertanggung jawab atas ketertiban kelas dan anggota-anggotanya
  • Pengaturan dan masa tugas ketua kelas dilakukan oleh Ketua Program Studi / Jurusan.

Pasal 28

Kegiatan Ekstrakurikuler

  • Maksud dan tujuan kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam belajar mahasiswa yang menyangkut kegiatan-kegiatan peningkatan kesejahteraan mahasiswa, pengembangan kepribadian, peningkatan kemampuan fisik dan nonfisik, penyaluran minat dan bakat, pengarahan terhadap tanggungjawab sosial sebagai pribadi atau sebagai anggota kelompok serta pemeliharaan semangat kebersamaan di dalam keluarga besar Politeknik.
  • Setiap mahasiswa wajib mengikuti minimal satu kegiatan ekstrakurikuler.
  • Pada umumnya kegiatan ekstrakurikuler direncanakan dan dilakukan oleh lembaga-lembaga kemahasiswaan Politeknik yang terdiri dari: Himpunan Mahasiswa (HIMA) Program Studi/ Jurusan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa.
  • Hal-hal yang berkaitan dengan lembaga kemahasiswaan diatur dalam Pedoman Lembaga Kemahasiswaan.

BAGIAN KETIGA

PERATURAN DISIPLIN

Pasal 29

Kedisiplinan

  • Politeknik mewajibkan para mahasiswa untuk belajar dengan disiplin tinggi serta berpegang pada ketentuan berikut ini :
  • Menepati waktu dan teratur dalam mengikuti kuliah.
  • Berdisiplin dan bersikap baik.
  • Menjaga kebersihan dan ketertiban.
  • Berpakaian rapi dan sopan (tidak ketat, tidak berkaos oblong dan sandal)
  • Berpenampilan rapi dan tidak berambut gondrong
  • Dilarang merokok di lingkungan kampus Politeknik Gorontalo.
  • Tidak makan minum didalam ruang kuliah atau ruang praktikum.
  • Dilarang mengkonsumsi atau mengedarkan obat – obat terlarang dan minuman keras.
  • Mematuhi petunjuk untuk menghindari kecelakaan kerja.
  • Dapat dipercaya dan menghindarkan kerusakan dan hilangnya barang-barang milik Politeknik.
  • Mengikuti ketentuan dan peraturan lain yang ditetapkan oleh Politeknik.
  • Sanksi akan diberikan bagi mahasiswa yang tidak mematuhi peraturan-peraturan Politeknik.
  • Pemberian sanksi dapat berupa kompensasi kerja atau bentuk lainnya, peringatan tertulis, dan/atau diberhentikan dari kegiatan akademik.

Pasal 30

Peringatan Tingkat I

  • Peringatan Tingkat I dapat dikenakan kepada mahasiswa atas pelanggaran sebagai berikut:
  • Ketidakhadiran yang tidak diizinkan, misalnya terlambat dan bolos.
  • Tidak melaksanakan instruksi keselamatan.
  • Tidak melaksanakan tugas yang diberikan.
  • Tidak menghiraukan peraturan tata tertib, kesopanan dan rasa hormat kepada yang lain, terutama kepada staf pengajar.
  • Menggunakan alat-alat, perkakas dan benda-benda Politeknik tidak menurut aturan pakai yang benar walaupun telah diberitahukan sebelumnya secara lisan maupun tertulis.
  • Tidak mengikuti ketentuan cara berpakaian yang berlaku di Politeknik.
  • Makan minum di kelas atau di bengkel/studio/laboratorium dalam jam kerja atau istirahat.
  • Membuat kegaduhan di kelas maupun di tempat praktik pada jam belajar
  • Hal-hal lain yang diterbitkan oleh Program Studi/Jurusan yang telah disetujui oleh Direktur.
  • Peringatan Tingkat I dapat diberikan oleh seluruh staf sesuai dengan lingkup tanggungjawabnya.
  • Nama mahasiswa dan jenis pelanggaran yang dikenakan ditulis dalam Form Peringatan serta ditandatangani oleh mahasiswa yang bersangkutan, staf yang melaporkan dan Ketua Program Studi/Jurusan.

Pasal 31

Peringatan Tingkat II

  • Peringatan Tingkat II dapat dikenakan kepada mahasiswa atas pelanggaran sebagai berikut:
  • Ketidakhadiran selama satu hari tanpa keterangan.
  • Mengakibatkan terjadinya suatu kecelakaan karena pelanggaran terhadap instruksi keselamatan yang membahayakan kesehatan dan kehidupan bagi diri sendiri dan/atau orang lain.
  • Menghilangkan atau merusakkan alat, perkakas dan/atau benda milik Politeknik.
  • Tidak melaksanakan/mentaati tugas kompensasi pada waktu yang telah ditentukan.
  • Merokok di lingkungan kampus Politeknik Gorontalo
  • Tidak jujur dalam memberikan alasan absen.
  • Tidak jujur dalam Ujian
  • Tidak jujur dalam memberikan alasan kerusakan alat/ mesin/ benda kerja.
  • Melakukan kegiatan politik dan meresahkan masyarakat.
  • Hal-hal lain yang diterbitkan oleh unit kerja yang telah disetujui oleh Direktur.
  • Peringatan Tingkat II dapat diberikan oleh seluruh staf sesuai dengan lingkup tanggungjawabnya.
  • Peringatan Tingkat II diberikan pada setiap Peringatan Tingkat I yang ke-4 (empat) dalam satu semester.
  • Mahasiswa hanya diperbolehkan menerima sebanyak-banyaknya 3 (tiga) Peringatan Tingkat II dalam satu semester.  
  • Nama mahasiswa dan jenis pelanggaran yang dikenakan ditulis dalam Form Peringatan serta ditandatangani oleh staf yang melaporkan, mahasiswa yang bersangkutan dan Ketua Program Studi/ Jurusan.
  • Politeknik akan menyampaikan surat pemberitahuan tertulis kepada orangtua/wali mahasiswa atas setiap pelanggaran yang menyebabkan terbitnya sebuah Peringatan Tingkat II.

Pasal 32

Ketidakhadiran Yang Diizinkan

  • Ketidakhadiran untuk mengikuti perkuliahan hanya diizinkan dalam hal:
  • Sakit selama satu hari, harus menyerahkan surat keterangan dari orang tua/wali yang diberikan paling lambat keesokan harinya.
  • Sakit lebih dari satu hari, harus menyerahkan surat keterangan dokter yang resmi dan sah. Politeknik berhak memeriksa keabsahan surat keterangan dokter yang dijadikan alasan ketidakhadiran mahasiswa.
  • Urusan pribadi yang benar-benar penting dan mendadak (contoh : panggilan untuk menjadi saksi dimuka pengadilan, pelanggaran lalu lintas, kecelakaan, dan anggota keluarga yang mempunyai hubungan langsung mendapat musibah).
  • Melaksanakan tugas khusus yang diberikan oleh Institusi
  • Izin tidak hadir harus didapat dari Dosen Wali  atau Ketua Program Studi/ Jurusan.
  • Bila mahasiswa karena sesuatu hal tidak dapat mengikuti perkuliahan karena alasan pada ayat 2 diatas, maka Dosen Wali  harus menerima pemberitahuan resmi dalam waktu selambat–lambatnya 3 hari kerja. Pemberitahuan dapat disampaikan melalui telepon, facsimile, surat, telegram, atau media lain. Meskipun demikian surat keterangan dokter/pernyataan alasan absen yang ditandatangani oleh orang tua/wali harus diserahkan kepada Dosen Wali  ketika mengikuti kuliah kembali.
  • Rekapitulasi waktu ketidakhadiran yang diizinkan akan dicantumkan pada Laporan Semester.

Pasal 33

Ketidakhadiran Yang Tidak Diizinkan

  • Ketidakhadiran yang tidak diizinkan meliputi kasus:
  • Terlambat.
  • Bolos.
  • Ketidakhadiran yang tidak diizinkan akan mengakibatkan diberikannya Peringatan Tingkat I atau Peringatan Tingkat II
  • Peringatan Tingkat I dikenakan pada hal-hal sebagai berikut :
  • 4 kali terlambat, masing-masing tidak lebih dari 10 menit.
  • 1 kali terlambat lebih dari 10 menit.
  • Peringatan Tingkat II akan diberikan kepada mahasiswa atas ketidakhadiran tanpa pemberitahuan resmi untuk setiap 1 (satu) hari kuliah.
  • Rekapitulasi waktu ketidakhadiran yang tidak diizinkan akan dicantumkan pada Laporan Semester.

Pasal 34

Pertanggung jawaban Atas Barang Milik Politeknik

  • Tiap mahasiswa, secara perorangan, bertanggung jawab terhadap kelengkapan bahan/ peralatan yang dipercayakan kepadanya.
  • Mahasiswa diharuskan segera melapor kepada staf pengajar yang bersangkutan jika menerima bahan/ peralatan yang rusak atau tidak lengkap.
  • Mahasiswa diharuskan segera melapor kepada staf pengajar yang bersangkutan apabila merusakkan /menghilangkan bahan/ peralatan yang dipercayakan kepadanya.  Mengabaikan peraturan ini dianggap sebagai pelanggaran disiplin yang berat.
  • Pertanggungjawaban atas kehilangan/kerusakan yang tidak dapat dilakukan secara perseorangan akan dibebankan kepada seluruh mahasiswa dari kelas yang bersangkutan.
  • Setiap hari mahasiswa diharuskan melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan bahan/ peralatan/ mesin yang digunakan sesuai dengan daftar inventarisnya.

Pasal 35

Penggantian Atas Kerusakan

  • Selain Peringatan Tingkat I atau Tingkat II, seorang mahasiswa dapat dikenakan denda atau tuntutan penggantian atas bahan/ peralatan/ mesin yang dirusakkan atau dihilangkannya.
  • Nilai penggantian ditentukan oleh Ketua Program Studi /Jurusan dengan tetap mempertimbangkan aspek akademis berkaitan dengan kasus yang terjadi.

Pasal 36

Kompensasi dan Sanksi

  • Kompensasi dikoordinasikan langsung dengan pengajar pengampu mata kuliah yang bersangkutan.
  • Sanksi kerja dapat diberikan kepada mahasiswa yang melakukan kerusakan atau menghilangkan bahan/ peralatan/ mesin yang menjadi tanggungjawabnya. Jumlah jam sanksi ditentukan dan disesuaikan dengan kondisi kerusakan/ kehilangan tersebut.
  • Sanksi dan kompensasi harus dilunasi sebelum perkuliahan semester baru dimulai.
  • Pelaksanaan Sanksi diatur oleh Dosen Wali  dan atau Ketua Program Studi/ Jurusan
  • Kompensasi dan Sanksi dapat dilakukan pada hari kerja dalam semester tersebut dan/atau waktu libur.
  • Kompensasi dan Sanksi tidak mengurangi jumlah catatan ketidakhadiran yang tercantum dalam Laporan Semester.

Pasal 37

Pemberhentian dari Kegiatan Akademik

  • Disamping hal-hal yang berhubungan dengan status kelulusan dan tindakan indisipliner, seorang mahasiswa dapat diberhentikan dari kegiatan akademik jika :
  • Tidak membayar Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP).
  • Kedapatan mencuri atau menipu.
  • Berkelahi atau mencederai orang lain.
  • Melakukan perbuatan yang merusak nama baik Politeknik.
  • Terlibat kasus pidana/ kriminal/ asusila/ subversi.
  • Keputusan memberhentikan mahasiswa dari kegiatan akademik akan diputuskan melalui Surat Keputusan Direktur berdasarkan bukti-bukti dan alasan-alasan yang jelas.

BAGIAN KEEMPAT

PENUTUP

Pasal 38

Penutup

  • Pelaksanaan Peraturan Akademik adalah tanggung jawab dari Direktur.
  • Dalam hal-hal yang masih meragukan Direktur setelah berkonsultasi dengan staf, berhak memutuskan arti pasal dan ayat yang tercantum dalam Peraturan Akademik.
  • Hal – hal yang belum diatur dalam Peraturan Akademik dapat diterbitkan oleh Politeknik sebagai aturan tambahan.
  • Peraturan Akademik ini berlaku mulai tanggal ditetapkan.

Lampiran

Acuan Distribusi Normal

Nilai Angka ( NA ) Nilai Mutu ( NM )
NA ³ (NR+1,5.SB) A
NR < NA £ (NR+1,5.SB) B
(NR-1,5.SB) < NA £ NR C
4,0 < NA £ (NR-1,5.SB) D
NA < 4,0 E

MUKADDIMAH

Politeknik Gorontalo adalah lembaga pendidikan tinggi miliki Yayasan Pengembangan Sumber Daya Manusia (YPSDM) milik Pemerintah Provinsi Gorontalo yang berdiri berdasarkan SK Mendiknas RI. No.79/D/O/2008 tanggal 22 Mei 2008 dan diresmikan oleh Mentri Pendidikan Mohammad Nuh pada Tanggal 28 September 2010.

Politeknik Gorontalo didirikan untuk ikut berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi yang bertujuan untuk memperoleh kenyataan dan kebenaran yang sesuai dengan etos ilmu pengetahuan dan teknologi, yang terbuka, universal, objektif, kritis, dan bermanfaat untuk kepentingan masyarakat.

Berkaitan dengan itu, sudah seharusnya Mahasiswa Politeknik Gorontalo mempunyai kebebasan dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai kenyataan dan kebenaran, yaitu suatu kebebasan yang disebut kebebasan akademik.

Agar pelaksanaan kebebasan akademik dapat terselenggara dengan baik di Politeknik Gorontalo, perlu dibuat ketentuan yang berdasarkan nilai-nilai atau norma-norma sebagai suatu ketetapan mengikat yang disebut Peraturan Kemahasiswaan Mahasiswa Politeknik Gorontalo (POLIGON).

Peraturan Kemahasiswaan Mahasiswa Politeknik Gorontalo diberlakukan untuk mahasiswa dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya baik sebagai pribadi maupun civitas akademika sesuai dengan sifat dan hakikatnya yang semenjak dahulu seorang mahasiswa mempunyai tempat yang terhormat karena menjadi panutan dan teladan bagi masyarakat dan menjadi harapan bangsa untuk mengemban tugas dimasa yang akan datang.

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Pengertian Umum

  1. Peraturan Kemahasiswaan adalah norma dan aturan yang telah ditetapkan oleh Senat Politeknik Gorontalo sebagai landasan bersikap dan tingkah laku mahasiswa baik di lingkungan Kampus Politeknik Gorontalo maupun pergaulan dengan masyarakat.
  2. Tata tertib adalah aturan-aturan tentang hak, kewajiban, pelanggaran serta sanksi bagi mahasiswa Politeknik Gorontalo.
  3. Mahasiswa adalah seluruh mahasiswa Politeknik Gorontalo yang terdaftar dengan bukti kartu mahasiswa yang masih berlaku.
  4. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa demi tercapainya tujuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Peraturan Kemahasiswaan dan Tata Tertib ini.
  5. Hak adalah kewenangan yang dimiliki oleh mahasiswa dalam mencapai tujuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  6. Pelanggaran Peraturan Kemahasiswaan adalah setiap perilaku yang tidak sesuai dengan norma dan azas yang ada dalam Peraturan Kemahasiswaan ini.
  7. Pelanggaran Tata Tertib adalah setiap perilaku yang bertentangan dengan aturan ini.
  8. Sanksi adalah hukuman yang dikenakan kepada mahasiswa yang melanggar Peraturan Kemahasiswaan dan Tata Tertib ini.
  9. Pihak yang berwenang adalah pihak yang menurut aturan berlaku mempunyai hak menetapkan dan menjatuhkan sanksi terhadap pelanggaran Peraturan Kemahasiswaan dan Tata Tertib ini.
  10. Ujian adalah bentuk penilaian hasil belajar yang dapat diselenggarakan melalui ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian akhir program studi atau ujian Tugas Akhir.
  11. Perkuliahan adalah kegiatan tatap muka antara Dosen dan Mahasiswa melalui proses yang terjadi dalam perencanaan dan penyajian materi belajar mengajar Politeknik Gorontalo serta evaluasi atas proses-proses itu beserta produk dari unsur yang terlibat.
  12. Direktur adalah unsur pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung ke Yayasan YPSDM, yang mempunyai tugas memimpin pelaksanaan pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian pada masyarakat, pembinaan sivitas akademika dan pelaksanaan administrasi.
  13. Senat Politeknik Gorontalo adalah organ dari kelembagaan Politeknik Gorontalo yang berfungsi mengawasi dan mengarahkan kegiatan Tri Dharma yang dilaksanakan di lingkungan Politeknik Gorontalo.
  14. Komisi Etika adalah organ dari Senat Politeknik Gorontalo yang secara independen melaksanakan pemeriksaan atas pelanggaran Peraturan Kemahasiswaan.
  15. Plagiat atau penjiplakan adalah tindakan mengumumkan atau memperbanyak sebagian atau seluruh tulisan atau gagasan orang lain dengan cara mempublikasikan dan mengakuinya sebagai ciptaan sendiri

BAB II

TUJUAN DAN FUNGSI PERATURAN KEMAHASISWAAN MAHASISWA

Pasal 2

Tujuan Peraturan Mahasiswa

Tujuan Peraturan Kemahasiswaan dan Tata tertib ini adalah tercapainya suasana kampus yang kondusif bagi terlaksananya Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pasal 3

Fungsi PERATURAN KEMAHASISWAAN Mahasiswa

            Fungsi Peraturan Kemahasiswaan dan Tata tertib ini adalah menjadi peraturan atau petunjuk mengenai hak, kewajiban, pelanggaran dan sanksi yang berlaku bagi mahasiswa di Lingkungan Politeknik Gorontalo serta membantu tegaknya peraturan dan ketertiban di Politeknik Gorontalo.

BAB III

HAK DAN KEWAJIBAN MAHASISWA

Pasal 4

Hak Akademik

  1. Setiap mahasiswa berhak memperoleh informasi yang cepat mengenai hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas akademik dan kemahasiswaan.
  2. Setiap mahasiswa berhak memperoleh penghargaan dan/atau beasiswa dari Politeknik Gorontalo atas prestasi yang dicapai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  3. Setiap mahasiswa berhak menggunakan fasilitas Politeknik Gorontalo yang tersedia secara bertanggung jawab dalam rangka memperlancar proses belajar dan kegiatan akademik serta kegiatan kemahasiswaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  4. Setiap mahasiswa memiliki hak memperoleh pelayanan akademik yang memadai seperti pendidikan, pengajaran, bimbingan dan pengarahan, administrasi dan kemahasiswaan.
  5. Setiap mahasiswa memiliki hak untuk ikut serta secara aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan yang diselenggarakan di lingkungan kampus sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan dalam rangka pengembangan potensi pribadi.
  6. Setiap mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, saran dan kritik secara proporsional, santun dan bertanggung jawab dengan mengindahkan nilai-nilai kesopanan dan akhlakrul karimah.

Pasal 5

Hak Menggunakan Barang Inventaris Politeknik

Setiap lembaga kemahasisswan intra Politeknik Gorontalo dapat mengajukan permohonan peminjaman inventaris milik Politeknik Gorontalo dengan ketentuan :

  1. Bahwa kegiatan yang dilakukan dalam penggunaan inventaris milik Politeknik mempunyai hubungan dengan program kelembagaan yang menunjang pengembangan minat bakat mahasiswa.
  2. Lembaga kemahasiswaan intra Politeknik wajib mengajukan surat permohonan atau proposal kegiatan yang disahkan oleh pejabat yang terkait.
  3. Permohonan penggunaan inventaris akan dipenuhi selama dimugkinkan dan belum dipergunakan oleh lembaga lain.
  4. Segala pembiayaan dan kerugian yang timbul akaibat penggunan inventarus politeknik tersebut ditanggung oleh pimpinan organisasi yang bersangkutan.

Pasal 6

Kewajiban Mahasiswa

  1. Setiap Mahasiswa wajib mengindahkan dan melaksanakan Peraturan Kemahasiswaan Mahasiswa Politeknik Gorontanlo.
  2. Setiap mahasiswa berkewajiban menjaga dan memelihara fasilitas kampus, dan menjaga kebersihan, keamanan dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak dan menurunkan kualitas serta fungsi dari fasilitas tersebut serta kerukunan antar sivitas akademika.
  3. Setiap mahasiswa wajib beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.
  4. Setiap mahasiswa wajib berpakaian sopan, bersih, rapi dan sesuai dengan norma yang berlaku dan menggunakan sepatu pada saat kuliah, ketika berurusan dengan dosen, tenaga kependidikan dan hal-hal lain di kampus.
  5. Setiap mahasiswa wajib mematuhi dan melaksanakan segala peraturan yang ditetapkan oleh Politeknik Gorontalo menyangkut bidang akademik dan non akademik termasuk di dalamnya kegiatan berorganisasi.
  6. Mentaati semua ketentuan administrasi penyelenggaraan pendidikan yang dibebankan kepada maahsiswa yang meliputi administrasi akademik dan non akademik yang ditentukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  7. Setiap mahasiswa wajib mematuhi etika ilmiah dalam penulisan dan penyajian tugas akhir dengan menjunjung tinggi kejujuran dan menghindari praktek plagiat dan hal-hal yang bersifat gratifikasi kepada dosen maupun pegawai.
  8. Setiap mahasiswa wajib mematuhi norma pergaulan di kampus yang dengan menghormati sesama mahasiswa dan bersikap sopan terhadap pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan.
  9. Setiap mahasiswa wajib mematuhi komitmen waktu yang telah dijanjikan kepada dosen, baik dalam konsultasi dengan dosen diluar acara tatap muka di kelas maupun dalam proses bimbingan tugas akhir dan bimbingan akademik.
  10. Setiap mahasiswa wajib memupuk semangat belajar dan meningkatkan ketekunan agar dapat menyelesaikan studi sesuai dengan sistem yang berlaku.
  11. Setiap mahasiswa wajib menggunakan kemeja putih lengan panjang, celana panjang hitam (pria), rok hitam (wanita), dan dasi hitam pada saat mengikuti ujian Tugas Akhir dan ditambah dengan jaket almamater ketika mengikuti yudisium.
  12. Setiap mahasiswa wajib menjaga keamanan, kenyamanan, keindahan dan kebersihan di lingkungan kampus.
  13. Setiap mahasiswa wajib menjaga kewibawaan dan menjunjung tinggi nama baik Politeknik Gorontalo.
  14. Setiap mahasiswa wajib menjaga situasi kondusif selama proses belajar mengajar di kelas maupun kegiatan resmi lainnya di kampus dengan tidak mengaktifkan penggunaan telepon genggam dan tidak merokok.
  15. Selalu berusaha sekuatnya untuk dapat menyelesaikan studi sesuai jadwal yang ditetapkan dengan hasil yang sebaik-baiknya.
  16. Saling menghormati kepada dosen, karyawan, sesama mahasiswa, dan juga kepada masyarakat pada umumnya.
  17. Siap saling membantu sesama mahasiswa dalam hal yang positif.
  18. Mengikuti kegiatan tatap muka di kelas secara disiplin.
  19. Apabila melakukan atau melibatkan diri dalam suatu kegiatan yang mengatasnamakan Institusi Politeknik atau Jurusan/program studi harus dengan persetujuan Pimpinan Institusi Politeknik atau Jurusan/Program Studi.

BAB IV

PENGAWASAN DAN PELAKSANAAN

Pasal 7

Pengawasan Terhadap Pelaksanaan Peraturan Kemahasiswaan Mahasiswa

  1. Penilaian terhadap pelaksanaan Peraturan Kemahasiswaan Mahasiswa Politeknik Grontalo dilakukan oleh Dewan Kehormatan Peraturan Kemahasiswaan Mahasiswa.
  2. Susunan dan Keanggotaan Dewan Kehormatan Peraturan Kemahsiswaan Mahasiswa Politeknik Gorontalo ditetapkan oleh Direktur Politeknik Gorontalo yang terdiri atas unsur mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan.
  3. Dewan kehormatan Peraturan Kemahasiswaan Mahasiswa berwenang untuk menerima, memproses, dan memutuskan pengaduan pelanggaran Peraturan Kemahasiswaan Mahasiswa.

BAB IV

PERATURAN KEMAHASISWAAN

Pasal 8

Peraturan Kemahasiswaan Mahasiswa dalam Berpakaian

  1. Mahasiswa harus selalu berpakaian yang sopan sehingga mencerminkan sikap insan yang terpelajar.
  2. Bagi wanita harus memperlihatkan wajahnya
  3. Bagi pria tidak mengenakan anting baik di telinga maupun di tempat lain.
  4. Bagi mahasiswa wajib mengenakan pakaian yang rapi dan sopan (wanita: pakaian kuliah/kerja yang sopan dan terlihat wajahnya, memakai rok dengan sopan, laki-laki: pakaian sopan, celana kerja (bukan jeans), berdasi atau batik).
  5. Pakaian resmi mahasiswa di dalam/di luar kampus adalah pakaian seperti ketentuan di atas, ditambah dengan jaket almamater.
  6. Mahasiswa harus senantiasa menjaga kebersihan dan kerapihan pakaiannya.

Pasal 9

peraturan kemahasiswaan Mahasiswa dalam Pergaulan

  1. Senantiasa menjaga kesantunan dan sikap saling menghormati / menghargai kepada dosen, tenaga kependidikan dan sesama mahasiswa.
  2. Menggunakan bahasa pergaulan yang mencerminkan sikap saling menghargai.
  3. Melakukan pergaulan secara wajar dengan menghormati nilai-nilai agama, kesusilaan, dan kesopanan.

Pasal 10

peraturan kemahasiswaan Hubungan Mahasiswa dengan Dosen

  1. Setiap mahasiswa wajib menghormati Dosen, baik di dalam maupun di luar perkuliahan.
  2. Datang tepat waktu pada saat kuliah dan kegaitan akademik lainnya.
  3. Menghindarkan diri dari hal-hal dan perbuatan yang dapat merugikan derajat dan mertabat dosen sebagai pengajar.
  4. Memberikan koreksi kepada dosen apabila pendapat dosen keliru dalam proses belajar mengjar secara santun.
  5. Setiap mahasiswa senantiasa dan wajib melaksanakan tugas yang diberikan dosen dalam rangka memperlancar penyelesaian studinya secara arif, jujur dan bertanggung jawab.

Pasal 11

peraturan kemahasiswaan Hubungan Mahasiswa dengan Karyawan

  1. Setiap mahasiswa wajib menghormati karyawan.
  2. Meminta pelayanan dengan sopan santun.
  3. Bersikap sabar saat menunggu layanan.

BAB V

PELANGGARAN – PELANGGARAN

Pasal 12

Pelanggaran Ringan

  1. Melanggar Tata Tertib Perkuliahan dan Ujian yang berlaku di masing-masing Jurusan/Program Studi.
  2. Memakai sendal, sepatu yang tumitnya diinjak, klompen atau sejenis, berkaos oblong dan bercelana sobek selama mengikuti kegiatan dan kegiatan lainnya di kampus.
  3. Menggunakan telephon genggam ketika kuliah sedang berlangsung.
  4. Memakai kalung, anting, gelang, tatto dan berambut panjang yang tidak rapi bagi mahasiswa (laki-laki).
  5. Berdandan secara berlebihan bagi mahasiswi (Menor).
  6. Menggunakan fasilitas Politeknik Gorontalo secara tidak bertanggung jawab yang mengakibatkan timbulnya kerugian.

Pasal 13

Pelanggaran Sedang

  1. Berpakaian ketat, tembus pandang atau baju pendek (cedeko) bagi mahasiswi.
  2. Mengundang dan atau membawa pihak luar ke dalam kampus Politeknik yang dapat menimbulkan keonaran.
  3. Mengganggu ketenangan proses belajar mengajar dan atau bekerja serta ketenangan penghuni di lingkungan kampus.
  4. Memiliki, membawa, menggandakan, meminjam, meminjamkan, menjual, dan menyewakan media pornografi.
  5. Merokok dilingkungan Kampus.
  6. Bercumbu rayu antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram atau pasangan yang dihalalkan oleh Islam (suami isteri) baik di dalam maupun di luar kampus.
  7. Bertindak sebagai joki atau melakukan kecurangan dalam ujian.

Pasal 14

Pelanggaran Berat

  1. Membawa senjata tajam dan senjata api.
  2. Demonstrasi yang anarkis.
  3. Memiliki, membawa, mengedarkan, dan mempergunakan narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) atau narkotika dan obat-obat berbahaya (NARKOBA).
  4. Membuatkan dan atau meminta orang lain untuk membuatkan Tugas Akhir atau melakukan plagiasi.
  5. Memalsukan nilai, tanda tangan, stempel, ijazah dan surat-surat keterangan lainnya.
  6. Melakukan perusakan, perampasan dan pencurian barang-barang milik Politeknik Gorontalo.
  7. Melakukan tindak perzinaan atau kumpul kebo.
  8. Melakukan tindakan pidana yang dijatuhi hukuman penjara yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap lebih dari satu tahun.
  9. Melakukan Aktivitas LGBT (lesbian,gay,biseksual,transgender)
  10. Mengeluarkan kata-kata atau kalimat kasar dan perbuatan tidak senonoh terhadap sesama mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan.
  11. Melakukan perkelahian dan atau tawuran.
  12. Melakukan provokasi dan tindakan lain yang dapat mencemarkan nama baik Politeknik, seseorang, golongan, ras, suku, dan agama.

Pasal 15

Pelanggaran-pelanggaran lain

Melanggar Tata Tertib yang berlaku di masing-masing unit yang kualifikasinya tergantung kepada aturan yang berlaku pada masing-masing unit tersebut.

BAB VI

SANKSI- SANKSI DAN TATA CARA PEMBERIAN SANKSI

Pasal 16

Ketentuan Sanksi

  1. Sanksi diberlakukan bagi mahasiswa, lembaga atau organisasi mahasiswa yang tidak melaksanakan kewajiban atau melanggar aturan sebagaimana tertuang dalam peraturan kemahasiswaan dan Tata Tertib ini.
  2. Sanksi bagi pelanggaran yang dilakukan oleh lembaga atau organisasi mahasiswa, dapat berupa penangguhan atau pemberhentian dana bantuan sampai yang rusak atau hilang diperbaiki atau diganti.
  3. Pemberlakuan sanksi ditentukan setelah melalui investigasi dan pertimbangan secara cermat dan teliti oleh dewan peraturan kemahasiswaan mahasiswa Politeknik Gorontalo.

Pasal 17

Jenis Sanksi

Sanski yang akan diberlakukan terdiri dari beberapa jenis sesuai dengan tingkat pelanggaran yang meliputi : sanksi ringan, sanksi menengah dan sanksi berat.

Pasal 18

Sanksi Ringan

  1. Nasehat dan teguran, baik secara lisan maupun secara tertulis.
  2. Sanksi material berupa ganti rugi atas barang yang rusak atau hilang.
  3. Pengusiran dari ruang kuliah atau ujian.
  4. Tidak mendapatkan pelayanan administrasi dan atau akademik dan atau kemahasiswaan.

Pasal 19

Sanksi Menengah

  1. Apabila telah mendapatkan teguran sebanyak 3 (tiga) kali sanksi ringan, maka mahasiswa yang bersangkutan dikenakan aturan sanksi menengah.
  2. Kehilangan hak mengikuti ujian dalam mata kuliah tertentu atau seluruh mata kuliah selama satu semester.
  3. Penangguhan dan atau pembatalan hasil ujian untuk mata kuliah tertentu atau untuk seluruh mata kuliah dalam satu semester.
  4. Penangguhan penyerahan ijazah dan atau transkrip nilai asli dalam jangka waktu tertentu.
  5. Skorsing selama satu semester atau lebih dari kegiatan akademik.
  6. Dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

Pasal 20

Sanksi Berat

  1. Mengganti barang yang rusak, dirampas, dan atau dicuri dan dilakukan skorsing dua semester atau lebih.
  2. Pemberhentian dengan hormat sebagai mahasiswa.
  3. Pemecatan dengan tidak hormat sebagai mahasiswa.
  4. Pencabutan gelar akademik dengan tidak hormat.

Pasal 21

Pihak Yang Berhak Menjatuhkan Sanksi

Pihak yang berwenang menjatuhkan sanksi adalah :

  1. Direktur berwenang menjatuhkan sanksi berat.
  2. Jurusan/Program Studi berwenang menjatuhkan sanksi menengah.
  3. Dosen berwenang menjatuhkan sanksi ringan.

Pasal 22

Tata Cara Penjatuhan Sanksi

Penjatuhan sanksi dilakukan dengan tata cara sebagai berikut :

  1. Penjatuhan sanksi oleh Direktur :
  2. Direktur menjatuhkan sanksi berdasarkan usul Jurusan/Program Studi mengetahui Wakil Direktur I bidang Akademik dan Kemahasiswaan yang tembusannya disampaikan kepada mahasiswa yang bersangkutan dan orang tua atau walinya, serta kepada lembaga atau organisasi yang melakukan pelanggaran.
  3. Mahasiswa, lembaga atau organisasi diberi hak mengajukan keberatan tertulis kepada Dewan Kehormatan peraturan kemahasiswaan Mahasiswa atas usul penjatuhan sanksi berat dari Jurusan/Progrma Studi dalam tenggang waktu 7 x 24 jam semenjak surat usulan tersebut diterbitkan.
  4. Direktur menyampaikan usul Jurusan/Program Studi dan keberatan mahasiswa, lembaga atau Organisasi kepada Dewan Kehormatan peraturan kemahasiswaan Mahasiswa Politeknik Gorontalo untuk mendapatkan pertimbangan.
  5. Penjatuhan sanksi berat ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur, atas pertimbangan Senat.
  6. Penjatuhan Sanksi oleh Jurusan/Program Studi :
  7. Jurusan/Program Studi menjatuhkan sanksi berdasarkan usulan dosen.
  8. Jurusan/Program Studi menyampaikan usulan dosen dalam Rapat Senat, dengan menghadirkan mahasiswa yang bersangkutan untuk didengar keterangannya.
  9. Penjatuhan sanksi oleh Jurusan/Program Studi ditetapkan dengan Surat Keputusan Jurusan/Program Studi.
  10. Penjatuhan Sanksi oleh Dosen :

Dosen menjatuhkan sanksi berdasarkan hasil temuan langsung terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh mahasiswa atau laporan sumber lain yang dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan.

  • Pembelaan Mahasiswa, lembaga atau organisasi memiliki hak untuk membela diri jika sanksi yang dijatuhkan dipandang tidak sesuai dengan rasa keadilan.

BAB VII

PENUTUP

Pasal 23

Ketentuan Tambahan

  1. Mahasiswa yang tidak terpenuhi hak seperti diatur dalam peraturan kemahasiswaan dapat mengajukan keberatan kepada Politeknik Gorontalo.
  2. Mahasiswa memiliki hak untuk melakukan pembelaan pada setiap proses pemeriksaan.
  3. Mahasiswa yang keberatan terhadap sanksi yang diberikan dosen dalam ruangan perkuliahan sebagaimana dicantumkan dalam ketentuan di atas dapat mengajukan keberatan kepada Politeknik Gorontalo didampingi oleh Ketua Program Studi.
  4. Mahasiswa yang keberatan atas sanksi yang dijatuhkan Politeknik Gorontalo terhadap pelanggaran PERATURAN KEMAHASISWAAN dapat mengajukan keberatan kepada Direktur Politeknik Gorontalo.

Pasal 24

Ketentuan Penutup

Hal-hal yang belum diatur dalam peraturan Mahasiswa Politeknik Gorontalo akan diatur oleh Dewan Kehormatan kemahasiswaan Mahasiswa.

Ditetapkan di : Gorontalo Pada Tanggal :       November 2016 Direktur.       DR.Rusthamrin H. Akuba,MS NIP.