Sejak berdiri tahun 2008, Kampus Politeknik Gorontalo sebagai salah satu perguruan tinggi di bawah naungan yayasan SDM Provinsi Gorontalo telah menghasilkan ratusan lulusan siap kerja dan berdaya saing. Hampir semua lulusan telah terserap di dunia kerja. Kepercayaan dari dunia kerja selama ini senantiasa memotivasi para petinggi Politeknik Gorontalo untuk terus melakukan peningkatan mutu akademik. Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan pengembangan SDM ikut didorong kampus ini menjadi Politeknik Negeri. Hal ini dikatakan oleh Direktur Poligon DR. Ir. Rusthamrin Akuba, M.S. Menurutnya ada beberapa program di tahun 2016 ini dilanjutkan yakni aspek pengelolaan akademik. Kerja keras dan upaya pengembangan yang terus dilakukan oleh segenap pimpinan dan seluruh civitas akademik Kampus Politeknik Gorontalo dan selama satu tahun terakhir ini menunjukkan perkembangan. Hal ini dibuktikan akan diakreditasi di bawah Yayasan SDM ini akan menjadi Politeknik Negeri. “Insya Allah dalam waktu dekat ini semua politeknik dapat terakreditasi oleh BAN-PT menjadi negeri“, kata Rusthamrin. Dengan demikian kata Rusthamrin kampus ini secara legalitas dan kapasitas, penyelenggaraan pendidikan tinggi Politeknik Gorontalo sudah dapat diandalkan, dan setara dengan perguruan tinggi Politeknik terbesar di Indonesia Timur. Lebih lanjut Rustharim mengatakan mutu akademik hanya bisa dicapai apabila terus mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan. Untuk itu, pihak Politeknik berkomitmen penuh untuk terus mengupayakan perkembangan dan penyempurnaan fasiltas belajar agar mampu tercipta atmosfir akademik yang kondusif, sehingga pada gilirannya akan mampu mencetak alumni yang siap bekerja di bidang masing-masing. Dari yayasan SDM Provinsi Gorontalo senantiasa meyediakan anggaran yang memadai untuk peremajaan fasilitas dan ruangan kuliah dan laboratorium agar lebih nyaman dan aman. Selain fasilitas, Rusthamrin juga menjelaskan dukungan tenaga pengajar dengan kualifikasi yang memadai juga merupakan prasyarat bagi terselanggaranya proses transfer of knowledge, transfer of skill, and transfer of values. Dengan demikian, maka kami terus memberikan peluang kepada setiap dosen untuk meningkatkan kapasitas keilmuwan melalui pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun demikian, untuk menjaga kontinuitas proses belajar mengajar di kampus, maka tugas belajar dosen tetap harus memperhatikan skala prioritas. Selain kedua aspek tersebut, yang tak kalah penting untuk kesesuaian kulirikulum dengan kebutuhan kualifikasi yang dipersyaratkan dunia kerja. Oleh karena itu, kami senantiasa meminta kepada pimpinan prodi Politeknik Gorontalo beserta jajarannya senantiasa melakukan penyesuaian kurikulum secara periodik sesuai perkembangan pasar kerja. “Pimpinan prodi hendaknya terus melakukan komunikasi dengan seluruh stakeholder, terutama dunia kerja untuk memahami kecenderungan perubahan kualifikasi kompetensi yang diperlukan. Hanya dengan begitu, maka kurikulum selalu adaptable dengan perubahan lingkungan”, tukasnya.